INILAH.COM, Jakarta - IHSG selama pekan ini bergerak fluktuatif, diwarnai sentimen kinerja emiten,profit taking dan penguatan rupiah.
Analis Sinarmas Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, rating yang diberikan S&P kepada Indonesia menjadi salah satu penggerak indeks ke zona hijau. "Selain itu, kinerja keuangan emiten yang lebih baik dibanding sebelumnya, apresiasi terhadap rupiah, dan pertumbuhan ekonomi kuartal I yang bisa 5%," ujarnya kepada INILAH.COM, Jumat (19/3) petang.
Sedangkan sentimen yang menarik IHSG ke zona merah, menurut Alfiansyah, adanya aksi ambil untung (profit taking), pergerakan bursa regional, dan belum stabilnya harga komoditas.
Pada perdagangan Jumat, IHSG ditutup menguat tipis 0,21% ke 2.742, 97, dengan nilai transaksi mencapai Rp4,79 triliun dan volume perdagangan 4,601 miliar.
Untuk pekan depan, Alfiansyah memperkirakan masih akan terjadi profit taking di lantai bursa dan IHSG berpotensi untuk terkoreksi dalam. "Secara tehnikal, indeks sudah masuk area jenuh atau overbought," ujarnya.
Dari sisi fundamental, investor asing diperkirakan masih akan masuk ke lantai bursa, sehingga IHSG memiliki peluang untuk menguat. "Namun kecenderungannya pekan depan itu melemah," tuturnya.
IHSG selama sepekan ke depan diperkirakan akan berada pada kisaran 2.685-2.798. [mre/cms][[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !