INILAH.COM, Jakarta - Kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang direncanakan Juni mendatang, harus dimanfaatkan pemerintah untuk membicarakan kontrak-kontrak kerja perusahaan pertambangan Amerika yang dinilai jauh memberikan keuntungan bagi Indonesia.
"Kita bisa sampaikan kontrak-kontrak kerja yang sudah hampir habis dan perlu diperbaiki. Ini bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan langsung kepada Obama," tandas Pengamat Hubungan Internasional Universitas Padjajaran Teuku Rozasyah, dalam diskusi bertajuk 'Batalnya Obama dan Nasib Kerjasama RI-AS' di Jakarta, Sabtu (20/3).
Karena, menurut dia, pembatalan Obama datang pada bulan ini harus diambil positifnya. Yakni untuk memberi waktu bagi pemerintah untuk menyusun kembali draft dan perbaikan-perbaikan kontrak kerja.
Hal senada pun disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan. Ia menilai, sudah saatnya kontrak-kontrak kerja tersebut direvisi.
Namun lebih jauh, kata Amidhan, dalam pertemuan dengan Presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat itu, SBY juga harus mengagendakan pembahasan bahwa Indonesia bisa dilibatkan dalam upaya perdamaian di Timur Tengah.
"Sudah saatnya negara-negara di Asia Tenggara khususnya Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia harus dilibatkan dalam upaya perdamaian itu," pungkasnya. [jib]