INILAH.COM, Jakarta - Kedatangan Presiden Barack Obama untuk menjadikan Indonesia sebagai Irak ke-dua? Dugaan itu dinilai terlalu berlebihan. Pasalnya Indonesia bukan negara kaya seperti Irak.
"Negara kita tidak menarik buat Amerika Serikat. Minyak kita banyak, itu pun terus berkurang, sehingga tidak mungkin mereka ingin membuat kita seperti Irak," ujar pengamat ekonomi, Purbaya Yudhi Sadewa dalam diskusi bertajuk 'Batalnya Obama dan Nasib Kerjasama RI-AS' di Resto Warung Daun, Jakarta, Sabtu (20/3).
Lalu apakah karena Indonesia merupakan negara Islam terbesar di dunia? Lagi-lagi, Purbaya menilai alasan itu tidak mendasar. Karena faktor yang penting yaitu perekonomian yang baik dan stabil justru tidak dimiliki oleh Indonesia.
"Negara Islam terbesar saja tidak bisa menjamin para investor Amerika tertarik berinvenstasi di Indonesia. Kita tidak terlalu penting bagi AS, perbaiki dulu ekonomi kita sendiri, karena mereka hanya ingin menikmati 'kue' kita," lanjut Purbaya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia Amidhan mengamini pendapat Purbaya. Negara Indonesia
sangat mustahil untuk dijadikan sebagai Irak kedua karena karena dari segi ideologi keagamaan Indonesia justru kebanyakan menganut Islam moderat [yan]