Selasa, 29 Mei 2012 | 01:07 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Polisi Buru Teroris, Dokter & Perawat RS Aceh Mogok
Headline
ilustrasi
Oleh:
web - Sabtu, 20 Maret 2010 | 15:03 WIB
INILAH.COM, Aceh - Selama empat hari berturut-turut, puluhan dokter bedah dan perawat di RSUD dri Zainoel Abidin Aceh mogok kerja.

Informasi yang dihimpun, aksi mogok ini dipicu oleh biaya insentif dokter dan perawat yang tidak diberikan selama lima bulan.

Para dokter dan perawat itu mendengar bahwa uang insentif dari Kemenkes di Jakarta telah diserahkan ke pihak RSUZA. Hanya saja, dana insentif itu masih belum dicairkan.

Direktur RSUZA, dr Taufik Mahdi membantah adanya informasi itu. Namun, dia juga mengakui adanya tuntutan agar insentif mereka dibayarkan.

Untuk meredam dan jangan sampai masalahnya berlarut-larut, Direktur RSU dr ZA itu memanggil dokter dan perawat untuk mencari solusi berlangsung di ruang komite keperawatan rumah sakit setempat.

Meski begitu, para dokter dan perawat itu masih melakukan aksi mogok sampai Sabtu (20/3).

"Kita hanya bisa mengimbau kepada dokter dan perawat untuk menghentikan aksi mogok operasi. Sebab, yang kita pikirkan sekarang adalah pasien sangat membutuhkan tenaga mereka,"harap dr Taufik, Direktur RSUZA.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.