INILAH.COM, Aceh - Selama empat hari berturut-turut, puluhan dokter bedah dan perawat di RSUD dri Zainoel Abidin Aceh mogok kerja.
Informasi yang dihimpun, aksi mogok ini dipicu oleh biaya insentif dokter dan perawat yang tidak diberikan selama lima bulan.
Para dokter dan perawat itu mendengar bahwa uang insentif dari Kemenkes di Jakarta telah diserahkan ke pihak RSUZA. Hanya saja, dana insentif itu masih belum dicairkan.
Direktur RSUZA, dr Taufik Mahdi membantah adanya informasi itu. Namun, dia juga mengakui adanya tuntutan agar insentif mereka dibayarkan.
Untuk meredam dan jangan sampai masalahnya berlarut-larut, Direktur RSU dr ZA itu memanggil dokter dan perawat untuk mencari solusi berlangsung di ruang komite keperawatan rumah sakit setempat.
Meski begitu, para dokter dan perawat itu masih melakukan aksi mogok sampai Sabtu (20/3).
"Kita hanya bisa mengimbau kepada dokter dan perawat untuk menghentikan aksi mogok operasi. Sebab, yang kita pikirkan sekarang adalah pasien sangat membutuhkan tenaga mereka,"harap dr Taufik, Direktur RSUZA.[*/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !