INILAH.COM, Jakarta- Yelp, situs yang memberi informasi restoran populer dituntut beberapa pebisnis karena dipaksa untuk beriklan di situs itu jika tidak ingin mendapatkan ulasan negatif.
Yelp menolak keras klaim itu. Situs yang berbasis di San Francisco ini telah menerima banyak teguran sejak memberikan tanggapan mulai dari restoran all you can eat hingga restoran sederhana, sejak 6 tahun lalu.
Banyak pebisnis yang terganggu mengenai bagaimana ulasan dari situs ini baik positif ataupun negatif yang secara misterius muncul maupun menghilang.
Namun, sejak Februari lalu, paling tidak 3 tuntutan dengan status class action datang dari banyak perusahaan, yang mengeluh bahwa ulasan tersebut telah dimanipulasi dan bergantung pada perusahaan apakah memasang iklan atau tidak.
Tuntutan yang diamandemenkan pada bulan Maret ini menampilkan lebih dari sembilan perusahaan, beberapa diantaranya menaruh iklan di Yelp dan beberapa yang tidak.
Mereka menuduh Yelp situs tersebut mengubah ulasan dengan membantu pengiklan, namun memberikan kerugian bagi yang tidak mengiklan.
Tuntutan hukum dimulai ketika pemilik Cats & Dogs, Greg Perrault yang mengatakan di ruang pengadilan, menerima ulasan yang buruk di situs tersebut, kemudian dia mendapat telepon dari pihak Yelp yang menyebutkan bahwa jika ia memasang iklan, Yelp akan menghapus atau mengurangi ulasan negatif di situs tersebut.
Perrault memilih untuk tidak memasang iklan, dan seminggu setelahnya, ulasan bernada negatif yang sebelumnya sempat menghilang hadir kembali.
Gugatan hukum kepada Yelp berupa tuntutan karena memanipulasi ulasan dan memaksa perusahaan untuk memberikan sejumlah uang agar terhindar dari tindakan yang merugikan.[ito]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !