INILAH.COM, Jakarta- Peneliti luar angkasa Kanada Phil Stoke memperlihatkan versi terbaru peristirahatan Lunokhold 2, mesin penjelajah bulan Uni Soviet yang telah lama terbengkalai.
Akan tetapi, peneliti geologi planet Sasha Basilevsky dan Sergei Gerasimenko menyebutkan bahwa alat penjelajah itu sebenarnya berada beberapa ratus meter sebelah tenggara dari letak yang disebutkan Stooke.
Pemerintah Rusia melalui bagian pemberitaan, Ria Novoski mengumumkan perancang program penjelajah bulan asal Rusia selalu tahu di mana posisi mesin penjelajah berakhir.
Bukan hal yang mengagetkan jika mereka mengatakan hal ini, kata Stooke.
Intinya adalah peneliti Rusia yang bekerja di program tersebut mengetahui secara garis besar di mana letaknya, tapi tidak persis. Mereka hanya tahu bukan dalam hitungan jarak yang jelas.
Stooke mengungkapkan bahwa cukup sulit bagi para operator mengatakan secara jelas di mana mesin penjelajah itu berada, karena detail sensor untuk pengambilan gambar terlalu jauh untuk dikuatkan dengan peta medan planet yang telah ada.
Lunokhold 2 adalah mesin yang dikontrol jarak jauh dengan tenaga matahari. Mesin penjelajah bulan pada Perang Dingin ini diluncurkan pada Januari 1973.
Misi mesin ini adalah mendapatkan gambar dari permukaan bulan dan melakukan percobaan berhubungan dengan tanah dan cahaya. Kata Lunokhod bagi masyarakat Rusia sama seperti penggunaan kata moon walker
Mesin ini beroperasi terus menerus selama 4 bulan hingga operatornya akan mengembalikannya ke Bumi namun tanpa sengaja menutupi radiator panas dengan tanah, menurut Stooke. [ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !