INILAH.COM, Makassar - Jelang Muktamar ke-32 NU di Makassar, ratusan rumah di sekitar arena muktamar telah ditinggalkan penghuninya. Rumah-rumah tersebut siap disewakan kepada para muktamirin (peserta muktamar).
Rumah-rumah yang dikosongkan itu berada di sekitar arena pelaksanaan muktamar, di Asrama Haji Sudiang, Pondok Pesantren Madina, dan Pondok Darussalam. Pemilik rumah tidak hanya mengungsi tetapi juga membawa barang-barang miliknya.
Dalam catatan panitia, jumlah peserta resmi saja mencapai 4 ribu. Jumlah itu masih akan ditambah dengan banyaknya penggembira (yang datang untuk menyaksikan muktamar)dari berbagai kota.
Karena itulah warga rela mengungsi ke tempat lain dan menyewakan rumahnya kepada muktamirin atau penggembira. Mereka berdatangan ke lokasi muktamar mulai Minggu (21/3) pagi.
Harga sewa rumah warga ini cukup tinggi. Dalam waktu seminggu rumah-rumah itu disewa dengan harga mulai Rp 3 juta sampai R 6 juta. Tingginya harga sewa itulah yang membuat pemilik rumah rela mengungsi sementara. "Harga segitu saya kira masih wajar, lebih murah daripada nginap di hotel," ujar H. Rappe, salah satu pemilik rumah yang siap disewakan.[yan]