INILAH.COM, Sumut - Seorang pelajar SMP tewas setelah dililit ular piton. Saat itu, si pelajar sedang berenang bersama lima temannya.
Korban bernama Muhammad Zakaria (13). Dia anak dari Jamaludin (52) dan Sriati (44), warga Desa Seirotan, Percut Seituan, Deliserdang.
Zakaria saat kejadian sedang bermain di Sungai Tembung, bersama lima temannya. Jenazahnya baru dimakamkan kemarin.
Menurut keluarganya, setiap pulang sekolah Zakaria memang biasa mandi di sungai itu. Sungai itu letaknya tak jauh dari rumah neneknya.
Jamaluddin sendiri mengetahui anaknya tewas dililit piton raksasa setelah dikabari keponakannya bernama Asri, teman sepermainan Zakaria.
Saat berendang, keenam anak itu sama sekali tak tahu ada ular piton. Tiba-tiba saja, dari terowongan saluran limbah pabrik bongkar muat pupuk Panca Pinang keluar ular besar itu.
Mereka baru terkejut ketika melihat kepala piton sebesar paha orang dewasa itu menyembul dari dalam sungai yang dikelilingi pohon perdu dan ilalang. Lantas, ular menerkam kaki sebelah kanan Zakaria yang masih berenang.
Bocah yang berlarian ke tepian sungai sembari menjerit-jerit. Suara itu mengundang perhatian orang-orang yang sedang melaksanakan sholat ashar.
Zakaria berusaha melawan. Tetapi tak berdaya. Malah piton raksasa semakin buas, tubuh kecil Zakaria dililit selama hampir 5 menit.
Piton itu baru melepaskan belitan setelah Zakaria tak lagi melakukan perlawanan. Lalu piton raksasa itu kembali masuk ke terowongan limbah pabrik meninggalkan Zakaria yang tergeletak tak berdaya di tepian sungai.
Saat itu nafas Zakaria masih tersengal-sengal, belum tewas. Warga membawa Zakaria ke Rumah Sakit Mitra Husada Tembung. Tak lama, Zakaria meninggal.
Menurut warga, di kawasan itu memang masih ada banyak ular piton. Baik yang berukuran besar atau kecil.[*/ims]