INILAH.COM, Madrid - Sebagai tim besar, Xabi Alonso sadar Real Madrid dipuja banyak orang diseluruh dunia. Namun Alonso juga sadar, sebagai tim kuat, banyak yang iri dengan sukses Los Blancos.
Gelandang berusia 28 tahun itu merasakan fenomena tersebut setiap saat ia menjalani laga bersama Madrid.
Real Madrid adalah tim yang dibenci tapi juga dicinta. Kemanapun Anda pergi, kemana saja, selalu ada ribuan orang yang menunggu di luar pintu terminal atau hotel untuk mengambil gambar dan memberikan sorakan. Anda akan merasa: Gila, Madridistas juga ada di sini! ujarnya kepada majalah Esquire.
Namun begitu Anda naik bus dan pergi ke kandang lawan, segalanya berubah. Kami melihat keluar jendela, orang-orang mengatakan dan membuat gerak-gerik yang menunjukkan bahwa Anda tak lagi dicintai. Ini normal, hampir semuaorang ingin mengalahkan tim besar, lanjutnya.
Alonso juga bernostalgia dengan hubungan penggemar dan tim saat masih di Anfield bersama Liverpool, satu malam yang istimewa masih melekat kuat di benaknya.
Ada hubungan yang sangat erat antara penggemar dan para pemain. Mereka bersatu karena telah menjalani banyak tragedi bersama. Saya masih ingat salah satu putaran kedua Liga Champions, setahun setelah merebut Piala Eropa, Benfica tampil gemilang dan mengalahkan kami 0-2 di Anfield, terangnya.
Saat wasit meniup peluit akhir, bukannya mencemooh, seluruh penonton di stadion berdiri dan menyanyikan yel-yel Youll Never Walk Alone. Saya langsung merinding, kenang Alonso.[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !