INILAH.COM, Jakarta - Kontroversi Susno Duadji dinilai sebagai kasus yang luar biasa. Ada motivasi di balik aksi Susno mengungkap kasus markus di Polri.
"Ini nggak bisa dianggap biasa. Polisi saling melaporkan diri ke polisi, ini
adalah kasus yang luar biasa," demikian disampaikan Adrianus Meliala, kriminolo UI yang juga staf ahli Kapolri kepada INILAH.COM, saat dihubungi Sabtu (20/3).
Adrianus berpendapat, untuk melihat kasus ini lebih jelas, sebaiknya dilihat motivasi apa yang menjadikan Susno Duadji mengungkapkan pengakuannya yang kontroversial itu.
Menurut Adrianus, ada dua motivasi Susno. "Pertama, dia kesal pada institusi (Polri), kecewa pada penangan kasus pajak itu. Kedua, dengan membuat kesan citra polisi kotor, sebaliknya dia ingin menunjukkan
sebagai polisi bersih. Itu ditujukan agar Susno masuk bursa calon kapolri."
Adrianus melihat motivasi Susno yang kuat untuk maju sebagai calon Kapolri itulah yang membuat dia bermanuver dengan cara yang kontroversial.
"Kalau pake jalan biasa, nggak mungkin Susno masuk bursa. Dia kan perwira nonjob yang nggak mungkin bisa masuk bursa," ujar Adrianus.
Karena itu, menurut Adrianus, Susno mengambil energi dari luar untuk memperoleh simpati publik dan Presiden SBY.
Adrianus melihat pelaporan yang dilakukan oleh Edmon Ilyas dan Raja Erizman, adalah sebuah cara untuk melokalisir permasalahan agar tidak berkembang menjadi besar. Permasalahan ini sengaja dikurung menjadi
permasalahan pribadi dengan cara respon individual Edmon dan Raja Erizman saja, tidak secara institusi kepolisian.
"Sengaja Kapolri tidak ikut turun berkomentar. Jika Kapolri ikut turun tangan maka akan menimbulkan kesan Susno hebat banget," jelasnya.
Adrianus menilai, Susno adalah pribadi yang tidak bisa diremehkan oleh BHD. "Yang angkat Susno jadi Kapolda Jabar, jadi Kabareskrim adalah BHD. Susno seperti anak macan yang tidak taat pada tuannya," cetusnya.[van/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !