INILAH.COM, Jakarta - Siapa bilang aktivitas seks Anda terhenti saat hamil? Sheila Kitinger, punulis buku Woman's Experience of Sex, memberikan penjelasan mengapa seks saat hamil masih aman dilakukan.
Orgasme disaat hamil dan rangsangan pada payudara disaat hamil memang akan mengakibatkan kontraksi, tapi tidak akan menyebabkan keguguran.
Ini artinya aman untuk melakukan aktivitas seksual selama masa kehamilan. Sedikit nyeri dan tegang setelah bercinta (ML) adalah hal normal. Tentu saja jika rasa nyeri berlanjut atau terjadi bersamaan dengan beberapa titik lain, Anda harus segera merujuk ke dokter.
Ada beberapa hal positif jika ML semasa hamil, di antaranya peredaran darah ke rongga pinggul, rahim, vagina, dan klitoris mengalami peningkatan yang akan memenuhi rongga panggul dan bisa meningkatkan kesenangan pada perempuan. Ini bisa membantu perempuan lebih sering orgasme serta bisa meningkatkan libido.
Jika pasangan Anda merasa kurang nyaman, Anda juga bisa melakukan aktivitas seks lain yang bisa dilakukan tanpa penetrasi, paling tidak untuk sementara waktu.
Oral seks juga bisa dilakukan saat hamil, dan cukup aman. Atau anda memilih posisi lain selama hamil.
Ketika ML, posisi yang mungkin membuat Anda nyaman adalah berbaring disamping atau mungkin Anda bisa mencoba woman on top. Posisi ini memungkinkan seorang perempuan mengontrol agar terhindar dari rasa sakit ketika ML di saat hamil.
Namun Kitinger menambahkan, jika seorang perempuan pernah mengalami pendarahan setelah tiga bulan kehamilan, ada baiknya sebelum melakukan aktivitas seks, berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. [L1]