INILAH.COM, Beijing - Ibukota China, Beijing menjadi gelap-gulita. Badai debu dan pasir menyelimuti Kota Bejing menjadi berwarna kuning-oranye sejak Sabtu (20/3).
Pejabat berwenang di Tiongkok memperingatkan warganya untuk tidak keluar rumah. Atau, jika terpaksa keluar rumah, harus membawa pelindung karena kualitas udara sangat berbahaya.
Biro Prakiraan Cuaca di Beijing menyebutkan bahwa kualitas udara mencapai angka 5 atau berbahaya. Sehingga warga diminta tidak keluar rumah untuk olahraga pagi.
Beberapa warga yang ke luar rumah di jalan-jalan langsung merasakan betapa dahsyatnya debut yang berjatuhan. Mereka terpaksa menggunakan masker sebagai pelindung hidung.
"Badai pasir menghantam Beijing sekitar tengah malam, membawa debu dan menuju selatan timur," kata kantor berita Xinhua.
Sebuah daerah setingkat kabupaten di Changping, angin mencapai kecepatan hingga 100 km per jam (60 mph).
Tampak awan yang berputar-putar membawa debu dan pasir dan menyelimuti provinsi Qinghai dan Gansu, dan wilayah barat Xinjiang.[*/ims]