Selasa, 29 Mei 2012 | 01:13 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Polri dan Bea Cukai Selidiki Asal 60 Ton Bahan Peledak
Headline
ilustrasi
Oleh: windi widia ningsih
web - Minggu, 21 Maret 2010 | 09:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Kementerian Koordinator Politik dan Hukum dan Mabes Polri tengah bekerjasama dengan Bea Cukai. Kerjasama ini guna mengungkap jaringan penyelundupan 60 ton bahan peledak.

Kepala Humas Bea Cukai Evi Suhartanto mengatakan itu melalui pesan singkat kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (21/3).

Evi mengatakan, sejak Kamis (18/3), Mabes Polri Bagian Intelkam yang dipimpinan AKBP Aan Nurjanan beserta tim dan Deputi V Keamanan Nasional (Transnasional Crime dan Terorisme) yang dipimpinan Jenderal
Pranowo beserta tim, bersama-sama meninjau dan meminta data ke Bea Cukai terkait penyelundupan 60 ton bahan peledak.

"Mereka telah meninjau, meminta data ke penyidik Bea Cukai dan membantu menganalisa jaringan tangkapan 60 ton bahan peledak ammonium nitrate," ujarnya.

Penangkapan aksi penyelundupan 60 ton bahan peledak itu terjadi pada 16 Maret 2010, di Tanjung Balai Karimun, Kepri. Sebanyak 60 ton bahan peledak itu dimasukan ke dalam 2.400 karung. Tiap karung masing-masing berisi 25 kg bahan peledak.
Selanjutnya, 60 ton bahan peledak diangkut dengan KLM Pratama Jaya yang berlayar dari laut China Selatan.[win/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.