INILAH.COM, Jakarta Bisnis rokok di negeri ini tetap moncer. Laba mengalir deras tak terpengaruh kenaikan harga BBM. Buktinya, perusahaan rokok raksasa PT Gudang Garam Tbk (GGRM), menikmati lonjakan penjualan enam bulan pertama 2008.
Pada periode itu, penjualan GGRM mengalami kenaikan 12,19% menjadi Rp 15,056 triliun, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 13,420 triliun. Laba usaha juga mengalami kenaikan 22,16% menjadi Rp 1,527 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang Rp 1,250 triliun.
Untuk laba bersih, perseroan mencatat kenaikan 25,44% menjadi Rp 891,358 miliar, dari sebelumnya Rp 710,565 miliar. Total aset Gudang Garam pada semester I 2008 ini meningkat 19,49% menjadi Rp 17,956 triliun.
Kontribusi perseroan terhadap pendapatan pajak juga cukup besar. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A3 Kediri Iyan Rubiyanto mencatat bahwa kontribusi pembayaran pajak cukai rokok Gudang Garam merupakan 98% dari total penerimaan pajak cukai di wilayah Kediri senilai Rp 13,78 triliun
Di tengah persaingan pasar rokok yang ketat, Gudang Garam memang berhasil mencetak laba cukup besar. Tahun lalu saja, perseroan sukses melambungkan keuntungan bersihnya 43% menjadi Rp 1,443 triliun dibanding 2006 yang hanya Rp 1,007 triliun.
Padahal pada 2006, perseroan sempat mengalami penurunan laba namun kemudian bangkit dengan meningkatkan penjualan produknya mencapai Rp 28,158 triliun pada 2007.
Presiden Direktur Gudang Garam Djajusman Surjowijono dan Wakil Presdir Susilo Wonowidjojo yang akan memimpin perseroan sampai pada 2010 berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produknya.
Corporate Secretary Gudang Garam, Heru Budiman, mengakui perseroan juga terkena dampak kenaikan harga BBM seperti sektor industri lainnya. Ada dua alternatif untuk mengatasi dampak kenaikan harga BBM per 24 Mei 2008 , yakni menaikkan harga jual atau meningkatkan volume penjualan.
"Kami tidak bisa serta-merta menaikkan harga jual karena saat ini daya beli masyarakat relatif rendah pascakenaikan harga BBM," katanya. Oleh sebab itu, GGRM perlu menempuh alternatif lain dengan meningkatkan volume penjualan, termasuk meningkatkan pasar ekspor
Edianto selaku Direktur Pemasaran, dan Heri Susianto selaku Direktur Keuangan, menyampaikan bahwa keberhasilan mencatatkan laba bersih yang meningkat karena adanya kerja keras dari seluruh karyawan.
Karena peningkatan laba tersebut, tahun ini Gudang Garam tak akan meluncurkan produk baru, guna mendongkrak penjualan. Sejak tahun lalu, Gudang Garam terus berupaya bagaimana menyediakan rokok rendah tar dan nikotin yang dapat semakin digemari masyarakat.
Keputusan untuk tidak meluncurkan produk baru tahun ini, bukan berarti GGRM akan mencoba beralih menekuni bisnis lain. Perusahaan sangat hati-hati melakukan ekspansi bisnis dan masih fokus untuk meningkatkan penjualan rokok slim dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !