INILAH.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (22/3) diperkirakan menguat. Investor disarankan memburu saham blue chip, terutama TLKM dan PGAS. Analis pasar modal Nevo Handoyo mengatakan, IHSG hari ini masih menguat karena pasar masih berada dalam tren
bullish. Koreksi yang terjadi hanya teknikal saja. Terutama jelang akhir bulan ini, beberapa emiten sudah mulai mengeluarkan laporan kinerja kuartal pertama 2010. Investor sangat menantikan hal ini, katanya ketika dihubungi
INILAH.COM.
IHSG bahkan memiliki peluang menuju level 3.000 pada akhir 2010, dengan situasi yang mendukung. Namun sayang, pada kuartal pertama 2010 indeks telah mereguk laba hingga 20%. Meski belum tentu semuanya naik, situasi ini cukup berisiko karena keuntungan terakumulasi di seperempat pertama tahun ini. Sebab itulah PER (price earning ratio) juga terlihat mahal, lanjutnya.
Indeks menjadi sangat fluktuatif karena semuanya
bullish dan potensi
upside tinggal sedikit. Peluang koreksi sangat besar karena faktor-faktor pendorong
rally seperti harga minyak dan komoditas sudah banyak naik. Meski terdorong
bullish dan pemulihan permintaan, kata Nevo.
Untuk itu, jika investor masih ingin
trading, Nevo menyarankan masuk ke saham-saham unggulan. Sebab situasi
bullish terkonsentrasi di saham
blue chip. Apalagi aliran dana asing masih terus mengalir, terkonsentrasi di saham lapis kedua jika saham unggulan sudah cukup mengalami kenaikan.
Ia merekomendasikan realisasi keuntungan, terutama di saham PT Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) dan PT Gas Negara (
PGAS).
Buy and hold di kedua saham ini, ujarnya.
Beberapa saham lain yang ia pilih adalah PT Bank Central Asia (
BBCA ) dan PT Adaro Energy (
ADRO). Beli kedua saham
big cap ini, imbuhnya.
Pada perdagangan Jumat (19/3), IHSG

menguat 5,732 poin (0,2%) ke level 2.742,974. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 4,601 miliar lembar saham, senilai Rp 4,791 triliun, dengan frekuensi 101.182 kali. Sebanyak 112 saham naik, 93 saham turun dan 77 saham stagnan.
Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Multi Bintang Indonesia (
MLBI) naik Rp1.000 ke Rp164.000, PT London Sumatera (
LSIP) terangkat Rp400 ke Rp9.600, PT Unilever (
UNVR) terapresiasi Rp250 ke Rp12.200, PT Indocement (
INTP) melambung Rp150 ke Rp14.150, PT Perusahaan Gas Negara (
PGAS) naik Rp150 ke Rp4.225 dan PT Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) menguat Rp150 ke Rp8.000.
Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Gudang Garam (
GGRM) turun Rp350 ke Rp27.000, PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) terkoreksi Rp350 ke Rp36.400, PT Astra International (
ASII) anjlok Rp100 ke Rp40.100, PT Indosat (
ISAT) tergerus Rp150 ke Rp6.000, PT United Tractor (
UNTR) terkoreksi Rp100 ke Rp 17.800, dan PT Smart (
SMAR) turun Rp100 ke Rp3.150. [ast/mdr][[indosat]]