inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Batik Sleman Dipromosikan di Pasar Internasional

Headline
Oleh:
Minggu, 21 Maret 2010 | 10:45 WIB
INILAH.COM, Sleman - Batik tulis dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), gencar dipromosikan di pasar internasional seperti di beberapa negara bekas Uni Soviet, Jepang, Amerika, dan sejumlah negara di Asia Tenggara, karena prospeknya bagus.

"Pasar internasional mulai melirik batik Sleman yang memiliki motif gambar gajah maupun alam dengan dominasi warna biru," kata Bambang Sumardiyono, pemilik Wisata Batik Nakula Sadewa, di Sleman, Minggu (21/3).

Menurut dia, jika selama ini yang banyak dikenal adalah batik Pekalongan, Yogyakarta maupun Solo, kini ia mulai mempromosikan batik Sleman yang diproduksi di Sleman dan memiliki ciri khas tersendiri, baik motif maupun warnanya.

"Saya hanya berusaha memperkenalkan bahwa Sleman juga merupakan daerah yang memproduksi batik, dan tidak kalah dengan batik dari daerah lain," katanya.

Ia mengatakan dalam setiap pameran di sejumlah negara seperti Rusia, Latvia, Jepang, Jerman, dan Amerika, ternyata apresiasi masyarakat setempat terhadap batik Sleman positif.

"Minat masyarakat di negara-negara itu sangat tinggi, dan mereka memberikan penghargaan yang tinggi pula terhadap batik tulis yang memiliki nilai seni," katanya.

Ia mengatakan sebanyak apa pun batik yang dipamerkan, pasti ludes dibeli, bahkan batik yang digunakan untuk display juga dibeli setelah pameran usai.

"Saat ini permintaan terhadap batik di negara-negara tersebut cukup tinggi, dan dalam satu bulan minimal omzet penjualan mencapai Rp200 juta lebih," katanya.

Bambang mengatakan untuk mempertahankan pasar batik Sleman di dunia internasional, pihaknya berusaha menjaga kualitas terutama dalam penggunaan bahan pewarna alam.

"Mereka sangat menghargai penggunaan pewarna alam, sehingga kami tetap mengutamakan pewarna jenis ini," katanya.

Menurut dia, kualitas warna memang lebih bagus jika menggunakan pewarna sintetis atau kimia, namun pihaknya terus berusaha agar warna alam dapat sebagus pewarna sintetis. [*/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.