inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Spanduk Dukungan Gus Solah Pimpin NU Bertebaran

Headline
Solahuddin Wahid - inilah.com
Oleh: Salviah Ika Padmasari
Minggu, 21 Maret 2010 | 13:34 WIB
INILAH.COM, Makassar - Posisi ketua umum PBNU, selain nama Hasyim Muzadi yang akan duduk kembali, kini muncul nama adik Gus Dur, Solahuddin Wahid.

Pantauan INILAH.COM di lokasi Muktamar, Minggu (21/3), lebih menguat dukungan untuk Gus Solah, cucu pendiri NU ini.

Terlihat dari sejumlah spanduk dukungan di sepanjang jalan menuju lokasi muktamar, antara lain dukungan KH Dharoini dari Bengkulu dengan promosi dukungannya berbunyi 'Gus Sholah mampu memimpin NU untuk penguatan organisasi, pemberdayaan ekonomi dan pendidikan'.
Dukungan juga datang dari KH Nawawi berasal dari Sidogiri yang menyebutkan Gus Sholah 'amanah, pinter, bener, dan kober.'

Selain kiai dari tanah Jawa, dukungan untuk Gus Sholah juga dari KH Sanusi Baco, kiai kharismatik dari Sulsel, yang menyebut Gus Sholah pantas memimpin NU, teguh pendirian dan peduli pendidikan. Aizzuddin Wahid, adik kandung KH Solahuddin Wahid didampingi Muliadi Prayitno, koordinator tim sukses Gos Solah mengaku cukup optimistis dapat meraih suara terbanyak bagi KH Solahuddin Wahid untuk menduduki posisi ketua Tanfidziah NU.

Ia menyebutkan, para kiai dari daerah Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah berjumlah 175 orang telah menyatakan kesepakatan menunjuk Gus Sholah. Kesepakatan ini telah disosialisasikan ke para alumni pesantren yang ada pada Lebihl dari 90 cabang NU.

Selain dari wilayah Jawa, aspirasi dukungan juga datang dari para kiai berasal dari NTT, Kalimantan Selatan dan sebagian Sulsel. "Dukungan ini adalah salah satu bentuk ta'zim atau penghormatan para kiai dan juga bentuk kepercayaan para kiai terhadap Gus Sholah untuk membawa harapan NU ke depan menjadi lebih baik," ujar adik KH Solahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Aiz ini seraya mengakui, selama ini PB NU kian akrab dengan dunia politik praktis dan kondisi ini harus dikikis. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.