INILAH.COM, Lumajang - Sedikitnya dua siswi SMA di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak bisa mengikuti ujian nasional karena tengah hamil.
Wakil Bupati Lumajang As'at Malik mengatakan, dua pelajar SMA itu sudah menikah dan tengah hamil, sehingga tidak bisa mengikuti ujian negara (UN) yang digelar secara serentak Senin (22/3) hingga Kamis (25/3).
"Saya sangat menyayangkan kedua pelajar itu tidak bisa ikut UN karena terlanjur menikah, kemudian hamil," kata As'at, Minggu (21/3). Selain dua siswi yang hamil, seorang siswa SMA di Lumajang juga gagal mengikuti UN karena meninggal dunia.
Menurut As'at, sesuai aturan yang berlaku, pelajar yang hamil tidak boleh mengikuti UN, meski mereka punya keinginan mengikuti UN tersebut.
"Saya berharap, tahun depan tidak ada lagi siswa hamil, sehingga mereka tidak bisa mengikuti UN," harapnya.
Ia mengimbau kepada seluruh peserta UN tetap tenang dalam menghadapi ujian dan tidak panik saat mengerjakan soal-soal ujian nanti.
"Saya imbau pelajar percaya diri dalam mengerjakan soal UN karena masing-masing sekolah sudah menggelar uji coba (try out) UN secara bertahap. Saya berharap, pelajar di Lumajang lulus 100%," tuturnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang Winhatno menambahkan, seluruh pihak telah siap menghadapi UN baik para pelajar maupun panitianya. Para pelajar telah mengikuti uji coba UN dengan mengerjakan soal beberapa kali secara rutin dan berjenjang.
"Soal-soal uji coba UN itu merupakan soal-soal yang disajikan sesuai Standar Kompetensi Lulusan (SKL)," pungkasnya. [*/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !