INILAH.COM, Makassar - Pengurus Wilayah Nahdalatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sudah mengantongi dua nama, KH Salahuddin Wahid dan Ahmad Bagja yang akan diajukan sebagai ketua umum dalam Muktamar NU ke-32.
Humas PWNU Jatim, Nor Hadi saat berbicang dengan INILAH.COM di Makassar, Minggu (21/3) mengatakan, dari beberapa pertemuan para alim ulama dan 44 Pimpinan Cabang Nahdalatul Ulama (PCNU) memutuskan dua nama calon ketua.
"Kedua nama ini belum mengerucut ke satu orang. Tapi kita sepakat mengusung dua nama ini. Tapi untuk memilih satu di antaranya akan mengerucut di forum," jelas Nor.
Ia mengemukakan bahwa, memutuskan salah satu dari dua calon ketua umum PBNU ini agak berbeda dengan memutuskan nama rais am. Pasalnya kedua nama calon ketua sama-sama memiliki kemampuan yang dibutuhkan sebagai ketua, sehingga kedua nama ini sulit mengerucut.
Sementara proses pemilihan calon rais Am dan calon ketua umum tetap melalui mekanisme yang sama. Dimulai dengan pertemuan alim ulama se-Jatim. "Kemudian ditindaklanjuti dengan musker khusus dan pertemuan para rais di Sidoarjo," imbuhnya.
Ditambahkan juga, untuk mekanisme pemilihan ketua umum PBNU dalam muktamar yang berlangsung 23-28 Maret ini, harus berdasarkan persetujuan rais Aa. Meski, bukan rais am yang memilih.
"Tapi biasanya di NU, nama calon ketua umum tidak pernah ditolak oleh rais am. Jadi nama calon ketua umum diajukan ke rais am lalu dipilih oleh PCNU dan PWNU se-Indonesia," tandasnya. [mut]