INILAH.COM, Jakarta - Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI) menilai air sebagai zat gizi esensial bagi kesehatan tubuh sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan.
"Tubuh manusia mengandung air sekitar 55-78% bergantung pada ukuran tubuh. Atau dapat dikatakan 2/3 tubuh terdiri dari air dan semua sistem dalam tubuh sangat bergantung pada air," ujar Ketua PDGMI, dr Rachmi Untoro, MPH, di Jakarta, Minggu (21/3).
Hal tersebut dikemukakan saat simposium PDGMI dengan tema Hydration and Health yang membahas tentang pentingnya air sebagai zat gizi esensial bagi kesehatan tubuh, sekaligus memperingati Hari Air Sedunia, Senin (22/3).
Rachmi mengatakan manusia harus minum sepanjang hari untuk memenuhi kebutuhan air harian agar sistem dalam tubuh tidak terganggu.
Asupan air, khususnya air mineral sangat dibutuhkan karena tubuh tidak dapat memproduksi air melalui proses metabolisme atau pun dari asupan makanan.
Lebih lanjut Rachmi menjelaskan, ada berbagai fungsi air yang sangat mempengaruhi sistem dalam tubuh, seperti mengatur suhu tubuh, melindungi organ dan jaringan tubuh, serta membantu melarutkan zat mineral dan zat gizi lainnya sehingga dapat dimanfaatkan oleh tubuh.
Selain itu, air juga meringankan beban ginjal dan hati dengan melarutkan sisa metabolisme dan sebagai pelumpas sendi.
"Jadi air itu sangat dibutuhkan tubuh kita. Namun, banyak orang yang tidak menyadari atau bahkan mengabaikan pentingnya air bagi kesehatan sehingga banyak yang mengalami dehidrasi," ujar Rachmi.
Banyaknya orang yang mengalami dehidrasi itu juga diperkuat Ketua Indonesians Food and Nutrition Society Department of Community Nutrition faculty of Human Ecology (FEMA) IPB, Prof Dr Ir Hardinsyah, MS yang mengungkapkan separuh orang dewasa dan remaja di Indonesia mengalami dehidrasi ringan.
Angka itu diperoleh dari penelitian The Indonesian Hydration Study (THIRST) terhadap 120 sampel di Jakarta, Surabaya, Makasar, Lembang, Malang, dan Malino.
"Penelitan itu sengaja dilakukan di dataran rendah dan dataran tinggi untuk mengetahui perbedaan tingkat dehidrasi yang dialami. Ternyata masih banyak yang tidak tahu kalau didaratan tinggi itu membutuhkan air yang lebih banyak," ujar Prof Dr Ir H Hardinsyah, MS.
Dari penelitian yang dilakukan oleh FEMA IPB, UNAIR, dan UNHAS tersebut ditemukan sebesar 46,1% terjadi masalah kekurangan air atau dehidrasi di Indonesia dan remaja lebih banyak mengalami dehidrasi.
Hardinsyah mengatakan tingkat dehidrasi yang cukup tinggi ini juga disebabkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asupan air bagi tubuh masih sangat kurang.
"Dari penelitian yang dilakukan sebagian besar kurang memahami pentingnya air bagi tubuh, seperti jika kita berada di lingkungan yang dingin dan ketika demam kita justru membutuhkan air yang lebih banyak," tutur Hardinsyah.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa dehidrasi juga dapat menyebabkan menurunya tingkat kecerdasan. Kekurangan air 1% mulai menimbulkan haus dan gangguan kognitif, sedangkan kekurangan air tubuh 2-3% dapat menggangu stamina dan daya ingat.
Untuk itu, Hardinsyah mengingatkan agar masyarakat memenuhi kebutuhan air bagi tubuh dengan minum sebanyak sekitar dua liter per hari.
"Agar tidak dehidrasi setiap orang harus minum dua liter air. Namun, sesuai kegiatan orang tersebut. Kalau untuk laki-laki sekitar 13 gelas dan perempuan 9 gelas," ujar Hardinsyah.
Lebih lanjut Hardinsyah menjelaskan, minum secara cukup dan dengan cara yang sesuai juga dapat mencegah obesitas.
Menurutnya, dengan minum yang cukup dapat mengoksidasi lemak atau pembakaran lemak. Namun tentu dengan takaran dan cara yang tepat.
"Jadi beberapa saat sebelum makan, kita minum air sebanyak 2 gelas, dengan demikian makan akan berkurang dan pembakaran meningkat karena konsumsi air," jelas Herdinsyah yang juga ketua umum Pergizi Pangan Indonesia. [*/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !