Minggu, 27 Mei 2012 | 17:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
‘Operating Cost’ Bank Halangi Penurunan Bunga Kredit
Headline
istimewa
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 22 Maret 2010 | 09:48 WIB
INILAH.COM, Jakarta Rata-rata suku bunga kredit bank 11-13% saat ini adalah level terendah dalam sejarah. Tapi, borosnya biaya operasional menghambat penurunan suku bunga jauh lebih rendah.

Ekonom Bank Rakyat Indonesia (BRI), Djoko Retnadi mengatakan suku bunga bank di level rata-rata 11-13% merupakan angka terendah sepanjang sejarah. Meskipun, untuk segmen minoritas Usaha Kecil Menengah (UKM), masih berada di kisaran 15-16%.

Menurutnya, dengan BI rate di level 6,5%, suku bunga bank di level 11% merupakan satu posisi yang sangat ideal. Sebab, BI rate sendiri masih di level rendah jika dibandingkan suku bunga bunga bank di level 11-13%. Artinya, masih ada selisih 5,5% jika dibandingkan dengan suku bunga bank dipukul rata 12%, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.

Angka itu menjadi net interest margin (NIM) di level 5,5% yang cukup tinggi. Memang angka ini dibandingkan negara lain masih tinggi. Sebab, di regional seperti Singapura dan Malaysia, angka maksimal NIM di level 4%. Tapi persoalan bagi bank di Indonesia, bukan hanya selisih antara BI rate dan suku bunga kredit, tukasnya.

Djoko menegaskan, biaya operasional (operate cost) bank-bank di Indonesia masih boros. Biayanya belum seefisien perbankan di negara lain. Terutama penggunaan teknologi dan jumlah tenaga kerja yang masih labor intensif. Sedangkan Singapura dan Malaysia , sudah IT based, timpalnya.

Ia mencontohkan Citibank yang karyawannya sangat minim. Semua operasionalnya menggunakan perangkat teknologi otomatis (automatic machine). Selebihnya, hanya jasa out sourching. Karena itu, Indonesia belum bisa menurunkan NIM, hingga selisihnya tidak bisa 4% dengan BI rate, ungkapnya.

Karena itu, suku bunga bank pun, tidak bisa lebih rendah lagi dari 11%. Padahal, jika efisiensi sudah setara dengan kawasan regional, suku bunga bank bisa di level rata-rata 10%. Untuk Indonesia , arah menuju efisiensi baru berjalan, tapi belum seefektif seperti bank-bank di kawasan regional. Dalam lima tahun mendatang, selisih 4% dengan BI rate bisa dicapai, imbuhnya.

Djoko menilai sangat positif NIM perbankan berada di level 5,5%. Sebab, hal ini sudah menunjukkan adanya harapan terhadap upaya mempersempit selisih BI rate dengan suku bunga kredit.

Lebih jauh, Djoko menilai keterlaluan jika ada pihak yang mengatakan BI rate sudah di level rendah, tapi suku bunga bank belum turun. Sebab, bunga 11%, merupakan suku bunga terendah sepanjang sejarah untuk kredit. Harapannya memang 10%, tapi hal itu saat ini mustahil karena faktor operate cost itu, tandasnya.

Dengan demikian, ia mengharapkan jika Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate sebenarnya tidak ada hambatan dari sisi belum turunnya suku bunga bank, karena levelnya yang rendah saat ini. Syaratnya, kenaikan BI rate tidak keterlaluan melainkan di level moderat 0,25%.

Itupun, jika tarif dasar listrik (TDL) jadi dinaikkan pada Juli 2010 mendatang, BI rate di level 6,75% masih bisa diterima pasar. Sebab, kenaikan listrik pada Juli mendatang sebesar 15%, diperkirakannya akan menyumbang inflasi 0,1-0,3%. Jika kenaikan BI rate mencapai 50 basis poin jadi 7%, itu parah, tandasnya.

Seperti diketahui, dalam 3 bulan pertama 2010, BI terus menahan tingkat BI Rate di level 6,5%. BI akan terus menahan BI Rate sebesar 6,5% selama semester I-2010 dan akan mulai naik pada semester II-2010. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.