inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

SBY Buka Muktamar NU, Makassar Steril Demo

Headline
Presiden SBY - inilah.com
Oleh: Salviah Ika Padmasari
Senin, 22 Maret 2010 | 05:10 WIB
INILAH.COM, Makassar - Menjelang Presiden SBY ke Makassar membuka langsung Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), Gubernur Sulsel Sahrul Yasin Limpo beberapa kali mengimbau warganya untuk menyambut, menjaga serta menyukseskan perhelatan akbar NU yang baru kali pertama dihelat di luar Jawa.

Salah satu permintaan Gubernur Sulsel ini disampaikan ke para mahasiswa dan pihak perguruan tinggi, yakni tidak ada unjuk rasa yang dinilai bisa merusak Muktamar NU dan meninggalkan stigma yang kental bahwa benar Makassar adalah kota yang tidak aman.

Imbauan ini kembali diulang Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo kepada wartawan, Minggu malam (21/3) di rumah jabatannya yang juga dihadiri Pangdam VII Wirabuana selaku Komandan Satgas pengamanan kedatangan Presiden SBY, Mayjen TNI Hari Krisnomo, Kapolda Sulsel Irjen Polisi Adang Rochjana.

Bahkan ditambahkan oleh Pangdam VII Wirabuana, Mayjen TNI Hari Krisnomo lebih tegas lagi agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu kedatangan Presiden SBY sejak kedatangan hingga meninggalkan kota Makassar, Selasa (23/3).

"Saya akan ambil tindakan tegas bagi perusuh yang berusaha menggagalkan atau mengganggu kegiatan Presiden SBY membuka Muktamar NU ini," tandasnya.

Lebih jauh Pangdam VII Wirabuana ini menjelaskan, pengamanan ini dibagi dalam tiga ring yakni ring 1, ring 2 dan ring 3. Tiga ring ini harus steril dari warga selain petugas keamanan. Ring 1 ini meliputi Gedung Celebes Convention Centre (CCC) yang menjadi pusat pembukaan Muktamar NU.

Ring 2 meliputi kawasan luar gedung CCC. Terakhir, ring 3 meliputi pintu gerbang Tanjung Bunga sebelum masuk ke kawasan gedung CCC.

"Harapan saya agar di rute-rute yang akan dilalui Presiden SBY bersih dari selebaran yang ditujukan untuk mengurangi harga diri Presiden, atau kegiatan orang atau kelompok yang merobek-robek foto atau spanduk," tegas Pangdam VII Wirabuana ini.

Selama kedatangan Presiden SBY di Makassar, kondisi keamanan bukan siaga satu, meski pengamanan dimaksimalkan sesuai prosedur tetap (protap). Presiden SBY sendiri hanya berada di Makassar hanya kurang lebih tiga jam yakni dari pukul 12.00 - 14.00 Wita. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.