Minggu, 27 Mei 2012 | 17:38 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Setelah Stagnan, BUMI Akan Terus Menanjak
Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
web - Senin, 22 Maret 2010 | 09:02 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (22/3) diprediksikan akan menguat. Hal ini ditopang besarnya aksi beli investor, terutama setelah sepekan lalu cenderung stagnan.

Hal ini diungkapkan pengamat pasar modal Aji Martono. Menurutnya, potensi penguatan saham BUMI hari ini dipicu berlanjutnya aksi beli baik invetor lokal maupun asing. Terindikasi dari derasnya dana asing pekan lalu yang mencapai Rp3 triliun. Asing masih melirik saham-saham di sektor komoditas, tak terkecuali saham BUMI, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (21/3) kemarin.

Untuk pekan ini pun, imbuhnya, peluang penguatan saham sejuta umat ini masih tetap terbuka. Jika melihat koridornya, saham BUMI mengikuti alur teknikal. Di level Rp2.425 masih menjadi titik support kuatnya dan Rp2.675 menjadi titik resistance, ulasnya.

Akhir pekan lalu, Jumat (19/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.575. Harga tertingginya mencapai Rp2.575 dan terendahnya Rp2.525. Volume transaksi mencapai 80,7 juta unit saham senilai Rp205,6 miliar dan frekuensi 1.906 kali.

Aji menambahkan, meskipun pergerakan bursa pekan lalu sangat signifikan, saham Bakrie Group tidak menjadi motor kenaikan indeks. Stagnannya emiten-emiten yang tergabung dalam The Seven Brothers ini akhirnya membuka adanya peluang kenaikan. Karena itu, pekan ini giliran grup Bakrie yang menjadi penggerak indeks termasuk BUMI, ujarnya.

Akumulasi beli juga dilakukan investor sebagai antisipasi performance laporan keuangan emiten-emiten yang akan segera keluar, termasuk saham BUMI. Menurutnya, jika akhir Maret ini, BUMI dan emiten-emiten lain di grup Bakrie merilis laporannya, saham-saham tersebut akan mendapat sentimen positif. Namun, jika ditunda, hal itu bisa menjadikan pergerakan saham ini menjadi sedikit terhambat, ungkapnya.

Bagaimanapun, secara teknikal Aji yakin, dengan akumulasi beli yang cukup kuat sepekan kemarin, peluang penguatan BUMI akan lebih besar daripada potensi penurunannya. Investor menunggu progress report BUMI untuk full year 2009 yang akan dikeluarkan oleh hampir semua emiten akhir bulan ini, tuturnya.

Sementara itu, sentimen market cenderung positif akan mengangkat saham BUMI. Sebab, bursa regioanl pun masih memberikan sinyal-sinyal yang cukup positif untuk menggerakkan IHSG ^JKSE lebih lanjut. Apalagi, posisi indeks saat ini, sudah berada di level support 2.711 dan resistance 2.757, tandasnya.

Aji menegaskan, indeks akan menguat lebih pasti dengan volume dan nilai transaksi yang cukup besar. Saya rekomendasikan akumulasi beli BUMI untuk jangka panjang dan trading buy untuk jangka pendek, pungkasnya. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.