INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (22/3) diprediksikan akan menguat. Hal ini ditopang besarnya aksi beli investor, terutama setelah sepekan lalu cenderung stagnan. Hal ini diungkapkan pengamat pasar modal Aji Martono. Menurutnya, potensi penguatan saham
BUMI hari ini dipicu berlanjutnya aksi beli baik invetor lokal maupun asing. Terindikasi dari derasnya dana asing pekan lalu yang mencapai Rp3 triliun. Asing masih melirik saham-saham di sektor komoditas, tak terkecuali saham BUMI, katanya kepada
INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (21/3) kemarin.
Untuk pekan ini pun, imbuhnya, peluang penguatan saham sejuta umat ini masih tetap terbuka. Jika melihat koridornya, saham BUMI mengikuti alur teknikal. Di level Rp2.425 masih menjadi titik
support kuatnya dan Rp2.675 menjadi titik
resistance, ulasnya.
Akhir pekan lalu, Jumat (19/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.575. Harga tertingginya mencapai Rp2.575 dan terendahnya Rp2.525. Volume transaksi mencapai 80,7 juta unit saham senilai Rp205,6 miliar dan frekuensi 1.906 kali.
Aji menambahkan, meskipun pergerakan bursa pekan lalu sangat signifikan, saham Bakrie Group tidak menjadi motor kenaikan indeks. Stagnannya emiten-emiten yang tergabung dalam
The Seven Brothers ini akhirnya membuka adanya peluang kenaikan. Karena itu, pekan ini giliran grup Bakrie yang menjadi penggerak indeks termasuk BUMI, ujarnya.
Akumulasi beli juga dilakukan investor sebagai antisipasi
performance laporan keuangan emiten-emiten yang akan segera keluar, termasuk saham BUMI. Menurutnya, jika akhir Maret ini, BUMI dan emiten-emiten lain di grup Bakrie merilis laporannya, saham-saham tersebut akan mendapat sentimen positif. Namun, jika ditunda, hal itu bisa menjadikan pergerakan saham ini menjadi sedikit terhambat, ungkapnya.
Bagaimanapun, secara teknikal Aji yakin, dengan akumulasi beli yang cukup kuat sepekan kemarin, peluang penguatan BUMI akan lebih besar daripada potensi penurunannya. Investor menunggu
progress report BUMI untuk
full year 2009 yang akan dikeluarkan oleh hampir semua emiten akhir bulan ini, tuturnya.
Sementara itu, sentimen market cenderung positif akan mengangkat saham BUMI. Sebab, bursa regioanl pun masih memberikan sinyal-sinyal yang cukup positif untuk menggerakkan IHSG
^JKSE lebih lanjut. Apalagi, posisi indeks saat ini, sudah berada di level
support 2.711 dan
resistance 2.757, tandasnya.
Aji menegaskan, indeks akan menguat lebih pasti dengan volume dan nilai transaksi yang cukup besar. Saya rekomendasikan akumulasi beli BUMI untuk jangka panjang dan
trading buy untuk jangka pendek, pungkasnya. [ast/mdr]