inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Jangka Pendek, Harga Wajar MPPA 1.300

Headline
inilah.com
Oleh: Ahmad Munjin
Senin, 22 Maret 2010 | 10:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham MPPA akan memberi gain yang menjanjikan untuk jangka menengah. Sebab, laba bersih emiten ritel pada 2010, diperkirakan akan naik 7% di kisaran Rp7,2-7,5 triliun.

Demikian ungkap Janson Nasrial, analis pasar modal dari AmCapital Indonesia. Menurutnya, saham PT Matahari Putra Prima (MPPA) untuk investasi jangka menengah sangat positif. Dalam 3-6 bulan mendatang, valuasi wajar MPPA berada di level Rp1.500-1.600. Sementara untuk jangka pendek akan berada di kisaran Rp1.300. Selama level ini belum tertembus ke atas, saya rekomendasikan beli, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (21/3) kemarin.

Janson optimistis akan kinerja perseroan ke depannya. Hal ini terkait prospek ritel di 2010 yang sangat bagus, seiring tumbuhnya tingkat keyakinan konsumen. Karena itu, daya beli (purchasing ) masyarakat dengan sendiri meningkat. Sektor ritel pun, termasuk MPPA akan tumbuh dengan baik,paparnya.

Sentimen positif MPPA juga berasal dari laporan keuangan 2009 yang masih memuaskan. Pada periode tersebut, pendapatan perseroan mencapai Rp13,8 triliun, naik 15,9% dari pendapatan tahun lalu yang mencapai Rp11,9 triliun. Janson pun memperkirakan laba bersih MPPA tahun ini akan mencapai kisaran Rp7,2-7,5 triliun. Angka ini sama dengan peningkatan 7% dari tahun 2009, ujarnya.

Angka ini juga tidak jauh berbeda dengan target laba bersih perseroan sebesar Rp7,17 triliun. Hal ini akan terealisasi, jika transaksi dengan CVC Capital Partners disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Adapun laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perusahaan akan meningkat menjadi Rp7,82 triliun, dengan asumsi penjualan sebesar Rp8,38 triliun. Sementara itu, tanpa transaksi, perusahaan memproyeksikan laba bersih sebesar Rp399 miliar dengan estimasi penjualan Rp15,44 triliun.

Dengan demikian, pada 2011, perseroan memperkirakan laba bersih mencapai Rp420 miliar dan EBITDA Rp1,01 triliun. Sedangkan pada 2012, perseroan memprediksi, laba bersih sebesar Rp586 miliar dan EBITDA Rp 1,21 triliun.

Janson menambahkan, perpindahan stake holder 80% saham ke CVC Capital Partners akan berdampak positif. Sebab, manajemen kompetisi di tangan asing sangat bagus. Apalagi, sebagian penjualan PT Matahari Department Store (LPPF) yang dilakukan grup Lippo ke CVC Capital Partners, akan dibayar untuk pelunasan utang.

Hal itu, lanjutnya, akan menjaga balance sheet MPPA, sehingga lebih sehat. Sebab, pelunasan itu akan membuat tingkat rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) menjadi berkurang. Itu salah satu hasil dari penjualan PT Matahari Department Store ke tangan asing, ucapnya.

Hasil dari penjualan itu juga akan digunakan untuk pengembangan bisnis hypermarket, yang masih prospektif. Ia mencontohkan PT Hero Supermarket yang mencatatkan laba bersih 78% di 2009. Dengan melihat dari margin, kalau untuk hypermarket , sangat besar, ungkapnya.

Karena itu, Janson menilai sangat wajar jika MPPA akan fokus ke hypermarket. Sebab, besarnya margin sudah terefleksi pada Hero. Hal ini didukung berkembangnya tingkat confidence keyakinan konsumen. Indonesia penduduknya banyak dan purchasing power-nya juga tinggi, tandasnya.

Rencana perseroan yang akan menggelar Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada Senin (29/3) pekan depan, juga dianggap berpengaruh positif bagi MPPA. Syaratnya, Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) menyatakan penjualan LPPF ke CVC Capital Partners adalah sah.

Pernyataan dari Bapepam sangat berimbas pada MPPA, sebab jika penjualan itu disetujui, sangat luar biasa pengaruh positifnya bagi MPPA. Karena itulah, untuk jangka menengah MPPA dan sektor ritel secara keseluruhan sangat positif, pungkasnya.

Akhir pekan lalu, Jumat (19/3) saham MPPA ditutup naik Rp20 (1,70%) ke Rp1.190. Harga tertingginya mencapai Rp1.190 dan terendahnya Rp1.100. Volume transaksi mencapai 403,5 ribu unit saham senilai Rp465,8 juta dan frekuensi 45 kali. [ast/mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.