INILAH.COM, Jakarta - Sepanjang 2009, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencetak penurunan signifikan untuk laba bersihnya sekitar 55,82% dari Rp1,368 triliun pada 2008 menjadi Rp604,307 miliar.
Direktur Utama Antam Alwin Sjah Loebis menguraikan, penurunan laba bersih ini lantaran penjualan bersih Antam turun 9,18% dari Rp9,591 triliun menjadi Rp8,711 triliun ditambang dengan laba usaha yang ikut anjlok hingga 65,70% dari Rp1,713 triliun menjadi Rp587,521 miliar.
Selain penjualan dan laba usaha turun, beban bunga pun menambah kerugian Antam. Beban bunga perseroan bertambah dari Rp217,635 miliar naik 31,91% menjadi Rp287,086 miliar.
"Kami juga mencatat kerugian pada pos laba rugi bersih perusahaan asosiasi dari Rp29,931 miliar menjadi rugi bersih Rp1,771 miliar," kata Alwin dalam keterangan resminya, Senin (22/3).
Perseroan pun mencatat penurunan kas sekitar 15,56% dari Rp3,284 triliun menjadi Rp2,773 triliun. Namun, kewajiban perseroan turun tipis sekitar 3,01% menjadi Rp9,939 triliun. Hingga Desember 2009, Antam mencatat selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar Rp93,34 miliar.
"Saldo perseroan yang sudah termasuk alokasi penggunaannya sekitar Rp6,487 triliun sedangkan saldo yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp604,307 miliar," urainya. [san/cms]