INILAH.COM, Jakarta - Pada perdagangan Senin (22/3) Rupiah dibuka di kisaran 9.129 pukul 08.15 wib atau melemah 34 poin dibandingkan penutupan kemarin di kisaran 9.095.
Senior Ekonom Bank Mandiri Moch.Doddy mengatakan, rupiah pagi alami tekanan karena kekuatiran pelaku pasar dengan krisis ekonomi Yunani. Seperti diketahui, sekitar 25 Maret hingga 26 Maret akan diadakan summit meeting untuk membicarakan penyelesaian krisis ekonomi Yunani. Bila Uni Eropa tidak memberikan dukungan dana ke Yunani maka akan meminta fasilitas dari IMF. Hal tersebut menjadi masalah di Yunani. "Pelaku pasar menguatirkan penyelesaian krisis ekonomi Yunani sehingga mencari safe heaven dengan membeli dolar AS," tutur Doddy saat dihubungi INILAH.COM, Senin (22/3).
Ia menambahkan, sentimen dalam negeri yang bisa mempengaruhi rupiah yaitu pengetatan kebijakan moneter Bank Indonesia yang tidak terlalu cepat dengan merevisi kredit dinaikkan 27%. Hal tersebut bisa memberikan sentimen positif untuk rupiah. "Bila kredit dinaikkan maka akan ada kontradiksi. Pengetatan moneter tidak terlalu cepat akan memberikan sentimen positif untuk rupiah," kata Doddy yang memprediksikan rupiah berada di kisaran 9.120-9.170.[cms] [[indosat]]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !