Mencermati aktivitas Susno Duadji akhir-akhir ini, sebagai masyarakat awam kita jadi bingung. Apakah Susno hanya sekadar mencari sensasi, atau sudah separah itukah kondisi di tubuh Polri ?
Pernyataan Komisaris Jenderal Susno Duadji yang membeberkan dugaan ada makelar kasus di Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia perlu diapresiasi. Jika kesaksiannya itu benar, maka sudah saatnya institusi Polri, terutama Mabes Polri, dibersihkan dari kontaminasi mafia hukum.
Masih segar dalam ingatan kita, peristiwa-peristiwa dimana mantan Kabareskrim itu membuat Mabes Polri kebakaran jenggot. Dalam kasus Antasari, Susno pernah hadir di PN
Jakarta Selatan tanpa seizin atasannya. Dan kesaksiannya itu menyudutkan institusi Polri.
Susno-lah tokoh yang memunculkan sebutan Cicak-Buaya. Ia pernah dililit isu menerima suap Rp10 miliar sebagai upah membantu pencairan dana Budi Sampoerna, bepergian ke Singapura menemui Anggoro Widjojo, dan melahirkan kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra, dan mungkin masih ada lagi peristiwa kontroversi lainnya.
Pertanyaan orang awam yang barangkali tidaklah sederhana: siapa sebenarnya Susno Duadji ? Apakah susno hanya mau mencari sensasi untuk membalas sakit hatinya karena diberhentikan sebagai Kabareskrim ?, atau ada skenario tertentu yang sedang dimainkan oleh kelompok tertentu?
Mudah-mudahan apa yang diungkap Susno semata-mata karena ingin membersihkan institusi Polri dari korupsi. Jika itu tujuannya, maka Susno layak untuk didukung oleh seluruh anak negeri. Dan aparat hukum agar segera mengusut semua pihak yang dituduhkan Susno. Jika kemudian terbukti bahwa tuduhan Susno itu benar atau salah, biarlah hal itu ditempuh melalui proses hukum.
Ir. Sarjito(sarjito_aceh@plasa.com)