INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (22/3) diprediksikan menguat. Pasalnya, pekan lalu kenaikan saham ini tidak setajam IHSG. Akumulasi dan trading buy BUMI! Pengamat pasar modal, Aji Martono mengatakan salah satu potensi penguatan saham
BUMI hari ini salah satunya dipicu oleh belum bergeraknya secara signifikan emiten-emiten yang tergabung dalam
The Seven Brothers pekan lalu. Karena itu, grup Bakrie berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini termasuk BUMI, katanya kepada Ahmad Munjin dari
INILAH.COM, di Jakarta.
Akhir pekan lalu, Jumat (19/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.575, dengan intraday Rp2.575 dan Rp2.525. Volume transaksi mencapai 80,7 juta unit saham senilai Rp205,6 miliar dan frekuensi 1.906 kali. Berikut wawancara lengkapnya.
Setelah akhir pekan lalu ditutup stagnan, bagaimana Anda memprediksi pergerakan BUMI awal pekan ini?Secara teknikal, BUMI masih potensial menguat. Salah satunya dipicu berlanjutnya aksi akumulasi beli baik dari investor lokal maupun asing. Hal ini dapat dilihat dari derasnya dana asing yang mencapai Rp3 triliun pekan lalu. Asing melirik saham-saham di sektor komoditas, tak terkecuali saham BUMI. Karena itu, hingga akhir pekan ini pun, peluang penguatan saham sejuta umat ini masih tetap terbuka.
Akan bergerak di kisaran berapa?Jika melihat koridornya, saham BUMI mengikuti alur teknikal. Di level Rp2.425 masih menjadi titik
support kuatnya dan Rp2.675 menjadi titik
resistance.
Kenapa pergerakan BUMI tidak sepesat kenaikan indeks?Ya justru itu, potensi penguatan saham ini juga dipicu belum bergeraknya secara signifikan emiten-emiten yang tergabung dalam
The Seven Brothers, pada perdagangan pekan lalu termasuk BUMI. Karena itu, pekan ini berpotensi giliran grup Bakrie yang menjadi penggerak indeks termasuk BUMI.
Pekan lalu, saham Bakrie Group tidak menjadi motor kenaikan indeks lebih tinggi. Padahal, pergerakan indeks pekan lalu sangat signifikan. Karena itu, saham-daham dari grup Bakrie, belum mengalami kenaikan, termasuk BUMI. Walaupun aksi akumulasi masih tetap ada di saham-saham ini. Karena itu, momentum penguatan di pekan ini masih memungkinkan.
Sentimen menjelang dirilisnya laporan keuangan?Aksi akumulasi beli juga dilakukan investor sebagai antisipasi atas
performance laporan keuangan emiten-emiten yang akan segera keluar, termasuk saham BUMI. Jika akhir Maret ini, BUMI dan emiten-emiten lain di grup Bakrie merilis laporannya, saham-saham tersebut akan mendapat sentimen positif. Sebab, investor pun menunggu laporan kinerja dari masing-masing emiten. Investor menunggu
progress report BUMI untuk
full year 2009 yang juga akan dikeluarkan oleh hampir semua emiten akhir bulan ini.
Persoalannya, apakah BUMI akan tetap melaporkan keuangannya akhir Maret ini atau justru akan menundanya. Jika ditunda, itu juga bisa menjadikan pergerakan saham ini menjadi sedikit terhambat. Tapi, secara teknikal, saya yakin dengan akumulasi beli yang cukup kuat selama pekan lalu, peluang penguatan BUMI lebih besar daripada potensi penurunannya.
Bagaimana dengan sentimen market?Sentimen market cenderung positif sehingga berpepengaruh positif juga bagi BUMI. Sebab, bursa regioanl pun masih memberikan sinyal-sinyal yang cukup positif untuk menggerakkan IHSG
^JKSE lebih lanjut. Apalagi, posisi indeks saat ini, sudah berada di level
support 2.711 dan
resistance 2.757. Indeks akan menguat lebih pasti dengan volume dan nilai transaksi yang cukup besar.
Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk jangka panjang dan
trading buy untuk jangka pendek. [jin/ast]