Minggu, 27 Mei 2012 | 17:42 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aji Martono
Giliran BUMI Jadi Penggerak IHSG
Oleh:
web - Senin, 22 Maret 2010 | 09:49 WIB
INILAH.COM, Jakarta Saham PT Bumi Resources (BUMI), Senin (22/3) diprediksikan menguat. Pasalnya, pekan lalu kenaikan saham ini tidak setajam IHSG. Akumulasi dan trading buy BUMI!

Pengamat pasar modal, Aji Martono mengatakan salah satu potensi penguatan saham BUMI hari ini salah satunya dipicu oleh belum bergeraknya secara signifikan emiten-emiten yang tergabung dalam The Seven Brothers pekan lalu. Karena itu, grup Bakrie berpeluang menjadi penggerak indeks pekan ini termasuk BUMI, katanya kepada Ahmad Munjin dari INILAH.COM, di Jakarta.

Akhir pekan lalu, Jumat (19/3) saham BUMI ditutup stagnan di level Rp2.575, dengan intraday Rp2.575 dan Rp2.525. Volume transaksi mencapai 80,7 juta unit saham senilai Rp205,6 miliar dan frekuensi 1.906 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah akhir pekan lalu ditutup stagnan, bagaimana Anda memprediksi pergerakan BUMI awal pekan ini?
Secara teknikal, BUMI masih potensial menguat. Salah satunya dipicu berlanjutnya aksi akumulasi beli baik dari investor lokal maupun asing. Hal ini dapat dilihat dari derasnya dana asing yang mencapai Rp3 triliun pekan lalu. Asing melirik saham-saham di sektor komoditas, tak terkecuali saham BUMI. Karena itu, hingga akhir pekan ini pun, peluang penguatan saham sejuta umat ini masih tetap terbuka.

Akan bergerak di kisaran berapa?
Jika melihat koridornya, saham BUMI mengikuti alur teknikal. Di level Rp2.425 masih menjadi titik support kuatnya dan Rp2.675 menjadi titik resistance.

Kenapa pergerakan BUMI tidak sepesat kenaikan indeks?
Ya justru itu, potensi penguatan saham ini juga dipicu belum bergeraknya secara signifikan emiten-emiten yang tergabung dalam The Seven Brothers, pada perdagangan pekan lalu termasuk BUMI. Karena itu, pekan ini berpotensi giliran grup Bakrie yang menjadi penggerak indeks termasuk BUMI.
Pekan lalu, saham Bakrie Group tidak menjadi motor kenaikan indeks lebih tinggi. Padahal, pergerakan indeks pekan lalu sangat signifikan. Karena itu, saham-daham dari grup Bakrie, belum mengalami kenaikan, termasuk BUMI. Walaupun aksi akumulasi masih tetap ada di saham-saham ini. Karena itu, momentum penguatan di pekan ini masih memungkinkan.

Sentimen menjelang dirilisnya laporan keuangan?
Aksi akumulasi beli juga dilakukan investor sebagai antisipasi atas performance laporan keuangan emiten-emiten yang akan segera keluar, termasuk saham BUMI. Jika akhir Maret ini, BUMI dan emiten-emiten lain di grup Bakrie merilis laporannya, saham-saham tersebut akan mendapat sentimen positif. Sebab, investor pun menunggu laporan kinerja dari masing-masing emiten. Investor menunggu progress report BUMI untuk full year 2009 yang juga akan dikeluarkan oleh hampir semua emiten akhir bulan ini.

Persoalannya, apakah BUMI akan tetap melaporkan keuangannya akhir Maret ini atau justru akan menundanya. Jika ditunda, itu juga bisa menjadikan pergerakan saham ini menjadi sedikit terhambat. Tapi, secara teknikal, saya yakin dengan akumulasi beli yang cukup kuat selama pekan lalu, peluang penguatan BUMI lebih besar daripada potensi penurunannya.

Bagaimana dengan sentimen market?
Sentimen market cenderung positif sehingga berpepengaruh positif juga bagi BUMI. Sebab, bursa regioanl pun masih memberikan sinyal-sinyal yang cukup positif untuk menggerakkan IHSG ^JKSE lebih lanjut. Apalagi, posisi indeks saat ini, sudah berada di level support 2.711 dan resistance 2.757. Indeks akan menguat lebih pasti dengan volume dan nilai transaksi yang cukup besar.

Lantas, apa rekomendasi Anda untuk BUMI?
Saya rekomendasikan akumulasi beli untuk jangka panjang dan trading buy untuk jangka pendek. [jin/ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
ainun
Selasa, 23 Maret 2010 | 05:08 WIB
Apa yang dikatakan analis dan kenyataan beda 180 derajat. Yang terjadi BUMI turun hampir 10%. Kalau diperhatikan apa yang dikatakan analis justru sering menjerumuskan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.