INILAH.COM, Jakarta - Wacana koalisi PDIP dengan Partai Demokrat akan diputuskan pada kongres PDIP di Denpasar, Bali, April mendatang.
Jika Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI setuju dan mendapat dukungan dari peserta kongres, PDIP akan masuk dalam pemerintahan SBY.
Namun, pengamat politik Fachry Ali meragukan efektifitas pemerintahan SBY jika PDIP bergabung. "Belum tentu pemerintahan SBY menjadi kuat. Lihat saja kasus terakhir yang diperlihatkan oleh PKS saat rapat paripurna DPR membahas rekomendasi kasus Bank Century," ujar Fachry kepada INILAH.COM , Senin.
PKS sebagai mitra koalisi PDI dalam pemerintahan SBY memang telah mengambil sikap berbeda dengan Partai Demokrat dalam kasus Bank Century.
Menurut Fachry, pengalaman yang dialami Partai Demokrat dalam kasus Bank Cantury merupakan pengalaman pahit dalam berkoalisi. Kalaupun nanti PDIP berkoalisi dengan PDIP,
belum tentu partai pimpinan Megawati itu akan selalu mengikuti sikap politik Partai Demokrat. Karena itulah Fachry belum dapat memprediksi kekuatan pemerintahan SBY jika nanti PDIP bergabung dengan Partai demokrat.
Dalam banyak kesempatan, politisi PDIP Taufiq Kiemas menyatakan perlunya PDIP berkoalisi dengan Partai Demokrat. Sekjen PDIP Pramono Anung juga mengisyaratkan bahwa PDIP akan memperbarui posisi politiknya dalam lima tahun ke depan.
Menurut Pramono, PDIP tidak lagi memosisikan diri sebagai partai oposisi, tetapi menjadi partai penyeimbang yang prorakyat. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !