INILAH.COM, Jakarta- Poltak Sitorus, bekas legislator asal PDIP akui menerima cek perjalanan Rp500 juta dari Dudhie Makmun Murod. Kepada Poltak, Dudhie berpesan pemberian adalah untuk bantuan kampanye pilpres.
"Bantu-bantulah kampanye, kata Pak Dudhie begitu menyerahkan amplop ke saya," ujar Poltak ketika bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (22/3). Sebaliknya, Poltak mengaku tidak tahu cek berkaitan dengan kemenangan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior BI 2004.
Dudhie, kata Poltak memang tidak menjelaskan kampanye siapa yang dimaksud. Namun Poltak beranggapan bahwa kampanye yang dimaksud adalah kampaye Pilpres Megawati Soekarnoputri.
"Ya saya beranggapan untuk itu (kampanye Pilpres)," ujar mantan anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi PDIP itu menjawab pertanyaan Penuntut Umum KPK, M Rum.
Poltak menambahkan, dirinya mendapat cek perjalanan itu di depan ruang kerja Dudhie Makmun Murod setelah lima hari terpilihnya Miranda. "Saya ditelpon pak Dudhie, katanya, you naik sebentar ke atas. Saya naik ke atas dan saya mengetuk pintu, lalu dibuka dan Pak Dudhie langsung sampaikan amplop," ceritanya.
Lanjutnya, cek itu lalu diserahkan seluruhnya ke istrinya Trusiana Sitorus dan dicairkan secara bertahap untuk kemudian digunakan untuk kegiatan kampanye.
Terhadap keterangan Poltak, Dudhie mengaku keberatan. "Itu (amplop cek perjalanan) diberikan bukan di ruangan saya tapi di ruangan Pak Emir Moeis dan saya tidak pernah mengatakan, untuk bantu-bantu kampanye," bantah Dudhie. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !