INILAH.COM, Jakarta Sabtu (20/3) lalu merupakan hari pertama musim semi. Awal musim semi jatuh pada tanggal yang berbeda-beda dari 19-21 Maret.
Perbedaan itu karena dua alasan, jumlah hari, dan bumi mengorbit sedikit tidak dalam putaran serta ditambah tarikan gravitasi planet lain yang membuat perubahan orientasi planet kita.
Tahun ini, musim semi dimulai Sabtu 20 Maret, karena pada saat itulah yang disebut vernal equinox terjadi. Equinox (yang menandai awal musim semi dan musim gugur) dan solstices (yang menandai saat mulai musim panas dan musim dingin) adalah titik ruang dan waktu yang menandai transisi dalam perjalanan tahunan planet mengelilingi matahari.
Matahari terbit setiap hari karena bumi berputar pada porosnya sekali setiap 24 jam atau lebih.
Adanya musim merupakan hasil dari gerakan bumi dengan kemiringan 23,5 derajat yang berputar pada sumbunya, digabungkan dengan mengorbit mengelilingi matahari selama 365 hari.
Saat abad keempat SM, bangsa kuno di benua Amerika membuat kalender raksasa menyangkut siklus matahari.
Mereka membangun observatorium dari batu sebagai penanda, karena penting untuk mulai menanam tanaman atau panen. Tempat-tempat suci dan bahkan kuburan juga dirancang dengan pertimbangan matahari.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !