INILAH.COM, Jakarta - PDIP mengakui adanya perbedaan di tubuh partai soal koalisi atau oposisi. Namun PDIP akan tetap menjadi bagian penyeimbang dari pemerintah walaupun lobi-lobi kepada PDIP gencar dilakukan untuk koalisi.
"Oposisi atau koalisi mendapat kajian yang mendalam dalam kongres nanti. Dalam sistem presidensial tidak ada istilah itu. Ke depannya PDIP tetap konsisten sebagai penyeimbang," ujar Sekjen PDIP Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/3).
Pramono juga mengatakan, dengan menjadi kekuatan penyeimbang, maka jika ada kebijakan yang pro rakyat akan didukung. Kekuatan tersebut menurut dia tidak ada urusannya dengan apakah ada kursi PDIP di kabinet atau tidak.
Pramono mengakui adanya dua kutub di PDIP antara yang menginginkan koalisi dan tetap oposisi. Ada beberapa orang yang menyatakan kalau PDIP dalam lima tahun di luar pemerintahan tidak mendapatkan manfaat apapun.
Terkait diungkapnya kasus-kasus hukum yang mendera kader PDIP, Pramono menyatakan, PDIP tidak bisa ditekan dan tidak tergoyahkan pada masalah tersebut. Apalagi menurut Pramono, PDIP adalah partai yang paling jelas jenis kelaminnya.
"Kalau iya, ya iya. Kalau enggak, ya enggak," katanya.
Menurut Pramono, semua perbedaan-perbedaan yang ada menjelang kongres adalah hal yang wajar untuk memberikan warna. Tapi apapun keputusannya akan ditetapkan di kongres 6-9 April di Bali. "Kita akan fokuskan di kongres," ucapnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !