INILAH.COM, Jakarta - Ratusan buruh PT Pertamina (Persero) unit usaha kilang pengolahan minyak Balongan siang ini melakukan aksi demo di depan Kementerian BUMN. Dalam aksinya massa menuntut penyesuaian gaji minimum sebesar Rp1,5 juta.
Ketua Umum Serikat Buruh Indramayu Anggota Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (SBI-KASBI) Nining dalam orasinya menyebutkan para buruh yang ada di Kilang Balongan merupakan anggota KASBI.
"Para buruh di Balongan meminta kepada Menteri BUMN dan Direktur Utama Pertamina (Persero) untuk segera menanggapi aksi mogok massa karyawan kilang Balongan yang menuntut penyesuaia upah minimum sekoral (UMS) Migas indramayu sebesar Rp1,5 juta," kata Nining.
Dia menambahkan, tuntutan buruh Pertamina yang ada di kilang Balongan tidak hanya soal penyesuaian upah minimum sektor migas, namun buruh/pekerja meminta segera dihapuskannya sistem kerja kontrak dan outsourching.
Dia menjelaskan, aksi mogok yang dimulai 17 Maret oleh buruh di Balongan sebagai akibat dari perundingan yang gagal pada 11 Maret dan 15 Maret 2010. Tuntutan buruh juga meminta Direktur Utama Pertamina (Persero) memastikan prinsip-prinsip code of corporate governance dijalankan demi pemenuhan upah buruh.
Setelah berorasi di depan Kantor Kementerian BUMN para buruh kemudian melanjutkan orasinya di depan Kantor Pusat PT Pertamina (Persero). [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !