Minggu, 27 Mei 2012 | 17:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Revaluasi Yuan Harus 20%?
Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Senin, 22 Maret 2010 | 12:07 WIB
INILAH.COM, Beijing Revaluasi atau penguatan nilai tukar yuan China memang menguatkan mata uang kawasan Asia. Namun tak ada artinya jika tak sampai 20%.

Revaluasi yuan diperkirakan terjadi pertengahan tahun ini, hingga mencapai 5% kumulatif per akhir tahun, demikian laporan analis JPMorgan John Normand, Senin (22/3).

Menurut Normand, dengan revaluasi ini, perdagangan China akan mengalami surplus karena valuasi ekspornya lebih banyak 25% ketimbang impor. Namun, China harus merevaluasi mata uangnya hingga 20% jika ingin pengaruhnya merata ke seluruh dunia. Jika hanya 5%, maka level dampaknya takkan sebesar ketika Lehman Brothers kolaps, imbuhnya.

Ekonomi terbuka dengan ekspor tinggi yang terkonsentrasi di China akan mengalami akselerasi pertumbuhan dan perdagangan. Sebab, kuatnya nilai tukar yuan akan meningkatkan ekspor. Namun begitu, efek stimulasi dari revaluasi itu akan bergantung pada seberapa besar perubahan yuan dan ekspor terkait China terhadap PDB sebuah negara.

Ketika China mengapresiasi yuan, perubahan kebijakan takkan mengejutkan pasar. Namun ketika dampaknya sangat jelas menguntungkan mata uang Asia, pungkasnya. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.