INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG
perdagangan sesi I Senin (22/3) ditutup turun 7,7 poin (0,28%) ke level 2.735,27. Turunnya indeks murni dipengaruhi faktor eksternal baik Wall Street maupun bursa regional. Hal itu dikatakan analis saham Ciptadana Securities, Syaiful Adrian kepada
INILAH.COM, Senin (22/3). "Pelemahan indeks kali ini murni karena faktor eksternal disamping juga karena sudah berada di area overbought," katanya.
Indeks diperkirakan akan tertekan hingga sesi penutupan. Kalaupun ada dorongan naik maka akan menguji titik resisten di 2.750. Saham sektor komoditi belum bisa memberikan kontribusi. "Apalagi harga minyak turun sering dengan bursa Wall Street," ujarnya.
Dalam catatan perdagangan, volume sesi I mencapai 1,3 miliar unit saham dengan nilai transkasi Rp1,2 triliun, yang didukung 61 saham menguat, 116 saham melemah dan ada 59 saham stagnan. Untuk indeks LQ45

turun 2,8 poin ke level 532,19 dan indeks JII

turun 2,4 poin ke level 435,15.
Untuk saham-saham yang menguat adalah saham Astra International (
ASII) naik Rp550 ke Rp40.650, Sarana Menara Nusantara (
TOWR) naik Rp500 ke Rp2.575, Indocement Tunggal Prakasa (
INTP) naik Rp300 ke Rp14.450, Bayan Resources
BYAN naik Rp300 ke Rp6.350, Bank Central Asia (
BBCA) naik Rp100 ke Rp5.550, Mayora Indah (
MYOR) naik Rp100 ke Rp4.175.
Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain Indo Tambangraya Megah (
ITMG) turun Rp500 ke Rp35.900, Astra Agro Lestari (
AALI) turun Rp300 ke Rp24.550, Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp250 ke Rp16.100, Bank Tabungan Pensiunan Nasional (
BTPN) turun Rp150 ke Rp6.200, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) turun Rp150 ke Rp8.100, PP London Sumatera (
LSIP) turun Rp150 ke Rp9.450. [hid] [[indosat]]