INILAH.COM, Makassar - Jelang kedatangan Presiden SBY ke Makassar membuka Muktamar NU Ke-32, mahasiswa UIN Alauddin Makassar, menggelar aksi unjuk rasa, Senin (22/3). Mereka menolak kedatangan Presiden.
Dalam aksinya, mahasiswa membakar ban bekas dan melakukan orasi di depan kampusnya Jl Sultan Alauddin. Salah satu orasinya mengharamkan SBY menginjakkan kaki di Makassar.
"Presiden SBY haram menginjakkan kakinya jika kasus Century belum dituntaskan. Untuk apa membuka Muktamar sementara kasus Century yang juga ditunggu-tunggu orang se-Indoensia belum selesai," teriak Abdul Wahid, salah seorang orator.
Sambil memalanggkan sebuah sepeda motor di pinggir jalan, mereka meminta agar Presiden segera memberhentikan Wakil Presiden Boediono dan Menetri Keuangan Sri Mulyani. Mereka dianggap mahasiswa terkait skandal Century yang diduga merugikan negara Rp6,7 triliun.
Penolakan mahasiswa UIN ini tertulis jelas dalam sebuah spanduk 'BEM UIN Alauddin Menolak kedatangan SBY'. Spanduk ini terpampang di gerbang depan kampus hijau ini.
Tak cukup dengan orasi penolakan beserta spanduk, foto SBY ukuran poster juga di bakar. Hal ini dijelaskan mahasiswa sebagai bentuk kekecewaannya atas kepemimpinan SBY yang tak dapat menyelesaikan kasus Century padahal DPR telah secara sah merekomendasikan kepada pemerintah untuk membawanya ke jalur hukum. [mut]