INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia tidak akan tergesa-gesa dalam menetapkan Exit Policy. Exit Policy akan diterapkan secara bertahap.
"Kita kan untuk exit policy itu kita merancang secara keseluruhan. Bukan parsial", ujar Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/3).
Darmin mengatakan, BI juga tidak akan terpengaruh meski negara lain telah menerapkan Exit Pollicy. Saat ini, BI secara perlahan tengah mencabut peraturan moneter yang diterapkan pada saat krisis.
Ia mengatakan, kebijakan Exit policy ini selalu dibahas dalam pertemuan bank sentral negara-negara G20, karena penarikan yang terlambat akan mengganggu proses pemulihan dan berpengaruh secara regional dan global. Sejumlah negara pun telah menjalankan Exit Policy. Kebijakan ini bukan hanya di bidang fiskal, tetapi juga moneter. Namun, banyak negara-negara yang belum menjalankan Exit Policy.
"Lihat saja AS kan policy ratenya belum mereka ubah. Itu sesuatu yang selalu dibahas di G20 masing-masing negara mencocokkan dengan negara-negara lain, kita bicara bersama-sama. Indonesia termasuk yang
paling sedikit perubahan peraturannya dalam rangka menghadapi krisis yg lalu", tandas Darmin. [san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !