Minggu, 27 Mei 2012 | 17:47 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Morgan Stanley: Revaluasi Yuan Merugikan!
Headline
istimewa
Oleh: Vina Ramitha
web - Senin, 22 Maret 2010 | 12:39 WIB
INILAH.COM, Beijing Di tengah tekanan Barat agar China segera merevaluasi atau memperkuat nilai tukar yuan, Morgan Stanley justru menyarankan hal sebaliknya.

Saya yakin, penyesuaian nilai tukar seperti yang diusulkan Barat akan menyebabkan defisit perdagangan dan akan menulari sejumlah negara lainnya. Hasilnya malah sangat buruk, baik bagi AS maupun bagi China, papar Direktur lembaga keuangan Morgan Stanley, Stephen Roach, Senin (22/3).

Roach mengatakan, jika China menyesuaikan mata uangnya dengan agresif, maka kerugian AS karena turunnya perdagangan dari Negeri Tirai Bambu itu akan segera menulari negara lainnya. Selain itu, biaya produksi juga membengkak dan akhirnya akan berdampak terhadap pajak di AS.

Yuan merupakan cambuk bagi kita dalam masa pemulihan. Keberadaannya sangat penting untuk mencegah kita kembali mengalami krisis. Jangan terus menyerang China, fokus pada bisnis kita juga, katanya menentang para analis yang setuju Amerika harus lebih tegas terhadap China. Ia juga khawatir hubungan kedua negara akan menegang.

Pekan lalu, dalam sebuah dengar pendapat, Kongres AS berpendapat pemerintah Presiden Barack Obama harus lebih tegas terhadap China yang dituding memanipulasi nilai tukar mata uangnya. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.