INILAH.COM, Jakarta Penjualan dan laba bersih PT Aneka Tambang (ANTM) di 2009 mengalami penurunan. Namun pencapaian tersebut sebenarnya lebih tinggi 10% dari ekspektasi. Bagaimana rekomendasi untuk emiten ini?
Kepala Riset Bhakti Securities Edwin J Sebayang masih menyarankan saham ANTM, dengan harga saham hingga akhir tahun diperkirakan naik ke level Rp2.700 per saham, Kami rekomendasikan beli untuk ANTM, ujarnya, Senin (22/3).
Menurutnya, performance ANTM secara tahunan, memang mengalami penurunan akibat merosotnya volume penjualan dan harga nikel. Namun, pencapaian ini masih di atas ekspektasi, dimana perkiraan penjualan bersih yang semula ditargetkan mencapai Rp 8.356 triliun, laba operasional Rp 449.633 miliar dan laba bersih Rp 390.213 miliar.
Selain itu, dibandingkan kuartal III dan IV, terlihat perbaikan yang cukup signifikan. Seperti pada kuartal IV ada peningkatan penjualan bersih, laba operasional dan laba bersih akibat membaiknya penjualan emas, perak dan feronikel.
Sepanjang 2009, ANTM hanya mencetak laba bersih Rp604,30 miliar, atau turun 55,83% dibandingkan periode yang sama 2008 Rp1,36 triliun. Melorotnya laba bersih dipicu turunnya penjualan bersih sekitar 9,18% menjadi Rp 8,71 miliar dari Rp 9,59 miliar.
Laba kotor juga melorot 54,81% menjadi Rp 1,19 triliun (dari Rp 1,65 triliun) dan laba usaha turun 65,7% menjadi Rp 587,52 miliar (dari Rp 1,71 miliar). Namun, penurunan kinerja ANTM masih terselamatkan pendapatan dari penjualan logam mulia. Terutama, emas yang menyumbang hingga 50% dari total pendapatan ANTM.
Edwin memprediksikan, prospek ANTM tahun ini jauh lebih baik ketimbang 2009 lalu. Selain kembali memperkuat bisnis nikel, ANTM juga semakin fokus pada komoditas andalan lainnya, yaitu emas. Apalagi, ANTM telah memiliki tambang emas baru.
Terlebih, setelah pabrik baru nikel ANTM bisa beroperasi penuh. "Sementara, harga nikel kembali naik," katanya.
Meski memiliki peluang lebih baik, Edwin menilai, kinerja ANTM tahun ini tak akan secemerlang sebelumnya. "Penjualan bisa kembali ke Rp9,3 triliun. Sementara, laba bersih naik menjadi Rp 1,1 triliun," jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan tim riset Samuel Sekuritas. Menurutnya, meski mengalami penurunan, penjualan dan laba bersih yang dibukukan oleh ANTM lebih tinggi sekitar 10% dari ekspektasi pasar,
Eekspektasi penjualan ANTM beberapa waktu lalu adalah Rp8 triliun sementara laba bersih Rp531 miliar. Saat ini ANTM diperdagangkan pada price earning ratio (PE) 2010-2011 sebesar 11.8-11.1 kali. Hold untuk ANTM, dengan target harga Rp2.325/saham, ungkapnya.
Sementara tim riset Trimegah Securities merekomendasikan investor untuk menjual saham ANTM, terutama bila secara teknikal telah mencapai target harga. Kami rekomendasi sell on strength pada level resistance di kisaran 2.375-2.400, katanya.
Menurutnya, breakout dari downtrend channel jangka panjang, membawa ANTM dalam trading range di Rp2.025-2.250. Hal ini dengan volume yang menurun secara signifikan dalam tiga hari terakhir, namun telah berada di atas rata-rata 20 hari. Stochastic yang mulai membentuk dead cross di dekat area overbought, akan rawan terhadap tekanan jual, ujarnya. [mdr]