INILAH.COM, Jakarta - Ketua KPK demisioner Tumpak Hatorangan Panggabean merasa keberatan disebut sebagai kuda troya pemerintah. Menurutnya, selama lima bulan dia memimpin KPK, dia berusaha tetap independen.
"Tidak ada itu saya jadi kuda troya. Kita di Indonesia, bukan di Yunani," ujar Tumpak di gedung KPK, Senin (22/3).
Tumpak sendiri akhirnya resmi diberhentikan sebagai Pelaksana Tugas KPK. Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah menyetujui yang dikatakan Tumpak.
Menurutnya, justru dengan keberadaan Tumpak, tugas empat orang pimpinan KPK yang lain menjadi lebih ringan.
"Keberadaan Pak Tumpak sangat berarti. Justru dengan berlima tugas kita jadi lebih ringan," ujar Chandra.
Namun, kata Chandra, meski tanpa Tumpak, ke depan KPK akan tetap berjalan.[ims]