INILAH.COM, Washington Tak sia-sia menunda kunjungan ke Indonesia, sebab Presiden AS Barack Obama sukses meloloskan UU reformasi kesehatan yang ia perjuangkan selama setahun terakhir.
Voting di Kongres atau DPR AS, sebanyak 219 suara yang seluruhnya Partai Demokrat menyetujui RUU reformasi kesehatan milik Presiden Barack Obama. Sisanya, 212 suara dari oposisi, Partai Republik, menentangnya. Reformasi ini mengubah sistem yang telah berjalan selama puluhan tahun di Amerika.
RUU ini nantinya akan membawa Amerika pada kehidupan yang lebih sehat. Ini sebuah proposal Amerika untuk menghormati tradisi negara, ujar Ketua Partai Demokrat di Kongres, Nancy Pelosi, Senin (22/3) WIB. Setelah Kongres, RUU tersebut kini dalam perjalanannya menuju ke Senat untuk ratifikasi.
Dalam UU baru tersebut, 32 juta penduduk Amerika akan mendapatkan akses asuransi kesehatan yang selama ini menjadi hak mereka. Jutaan lainnya akan mendapat perlindungan kesehatan, terutama dari ancaman kehilangan asuransi kesehatan. Namun dalam RUU itu juga ditetapkan kenaikan pajak, terutama untuk penduduk kaya.
Sesaat setelah RUU lolos voting, anggota Kongres dari Demokrat langsung meneriakkan kata yes we can, yang menjadi slogan Obama selama berkampanye ketika menjadi capres AS.
Lolosnya RUU ini juga merupakan kemenangan besar bagi partai Obama, karena seluruh anggota oposisi menolaknya. Pertentangan Republik pun makin terlihat, terancam memecahkan niat Obama membuat pemerintahannya bipartisan.
Hanya karena historis, bukan berarti ini hal yang baik. Lebih bijaksana jika kita mendengarkan rakyat, mereka bilang tidak dan kita tak mendengarkan, ujar anggota Kongres dari Republik, Peter Roskam. Senada dengannya, Ketua Partai Republik di Kongres, John Boehner merasa Demokrat mengacuhkan keinginan rakyat.
Kita gagal melaksanakan konstituen. Kita gagal menyampaikan keinginan rakyat, kita gagal terhadap diri sendiri dan kita mengecewakan negara ini, paparnya.
Perdebatan RUU reformasi kesehatan ini telah berlangsung selama setahun. Amerika pun terpecah karena kondisi ini. bahkan, cucu mantan Presiden Harry Truman yang pernah melakukan perjuangan serupa, merasa hal ini akan memecahkan Amerika. Seberapa besar kerusakan ini nantinya? Bagaimana RUU ini akan berjalan? kata Clifton Truman Daniel.
Bagaimanapun, hasilnya baru bisa terlihat dalam beberapa tahun ke depan. Mengingat program untuk RUU ini rencananya diberlakukan selama satu dekade ke depan. Konsekuensi politiknya akan sangat besar, dengan jajaran Partai Republik yang seakan menantikan kegagalan reformasi kesehatan ala Obama. Terpenting, Presiden AS ke-44 itu harus menang untuk menjaga citranya sebagai the agent of change.
Menggagalkan kepresidenannya merupakan sesuatu yang besar. Jika gagal, tak hanya Amerika, namun mata seluruh dunia tertuju padanya, kata mantan Dubes NATO yang juga Direktur Center for the Study of the Presidency and Congress, David Abshire. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !