INILAH.COM, Jakarta - Pergerakkan IHSG
perdagangan Senin (22/3) ditutup semakin turun 40,5 poin (1,48%) ke level 2.702,4. Karena sentimen negatif bursa regional dengan rencana kenaikan suku bunga China. Hal itu dikatakan analis saham Milenium Danatama Securities, Ahmad Riyadi kepada
INILAH.COM, Senin (22/3). "Indeks Dow melemah, bursa asia masih dihantui kenaikan suku bunga seperti rencana pemerintah China yang akan menaikkan suku bunga," katanya.
Kalau pada sesi I hanya tertekan 7,7 poin namun sesi penutupan justru menjauh hingga di atas 1%. Selain karena tekanan rencana suku bunga yang akan dinaikkan juga karena harga minyak yang masih melemah di kisaran US$80 per barel.
Dalam catatan bursa, volume perdagangan mencapai 3,9 miliar unit saham dengan nilai transkasi Rp3,1 triliun, yang didukung 60 saham menguat, 161 saham melemah dan ada 48 saham stagnan. Untuk indeks LQ45

turun 10 poin ke level 525,68 dan indeks JII

turun 7,9 poin ke level 429,64.
Untuk saham-saham yang menguat adalah saham Sarana Menara Nusantara (
TOWR) naik Rp500 ke Rp2.575, Bayan Resources
BYAN naik Rp150 ke Rp6.200, Gajah Tunggal (
GJTL naik Rp130 ke Rp770, Astra International (
ASII) naik Rp100 ke Rp40.200, Indospring (
INDS) naik Rp100 ke Rp12.475, Nipress (
NIPS) naik Rp100 ke Rp1.700.
Sedangkan saham-saham yang melemah antara lain Merck (
MERK) turun Rp2.000 ke Rp72.500, Indo Tambangraya Megah (
ITMG) turun Rp600 ke Rp35.800, Astra Agro Lestari (
AALI) turun Rp450 ke Rp24.400, Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp350 ke Rp16.000, Bumi Resources (
BUMI) turun Rp250 ke Rp2.325, United Tractors (
UNTR) turun Rp250 ke Rp17.550, Bank Mandiri (
BMRI) turun Rp200 ke Rp5.000, Bank Rakyat Indonesia (
BBRI) turun Rp200 ke Rp7.800, Telekomunikasi Indonesia (
TLKM) turun Rp200 ke Rp8.050. [hid] [[indosat]]