INILAH.COM, Jakarta - Bapepam-LK akhirnya merestui PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menggelar RUPS Independen terkait penjualan Matahari Departemen Store (MDS).
"Kita tunda, karena kita anggap info yang mereka sampaikan ke masyarakat masih kurang cukup," ujar Kepala Bapepam-LK Fuad Rahmany, dalam jumpa pers di kantornya, Senin (22/3).
Sebagai informasi, Matahari sebelumnya berniat untuk menggelar RUPS Independen terkait penjualan anak usahanya, MDS, pada 4 Maret lalu.
Fuad menjelaskan, kekurangan informasi yang dimaksud adalah mekanisme penggunaan dana tunai yang dihasilkan dari penjualan MDS tersebut oleh MPPA. "Jual MD (Matahari Department) Rp7,1 triliun, Rp1 triliun untuk bayar utang, Rp0,9 triliun berupa saham. Cash Rp5,3 triliun itu untuk apa? Nah itu yang harus dijelaskan," paparnya.
Menurut Fuad, semua keterangan skema penggunaan dana harus dipaparkan ke media bukan hanya diinformasikan ke pemegang saham saja agar bisa dikontrol oleh khalayak. "Agar uangnya gak bisa ke mana-mana," ujarnya.
MPPA pun akhirnya menuruti keinginan Bapepam-LK dengan memberikan keterangan mendetil terkait hal tersebut, pada situs resmi perseroan. Selain itu, pada Selasa (23/3), perseroan akan memberikan keterangan tertulis pada dua media cetak.
"Disitu mereka tuliskan dalam tabel semuanya (penggunaan). Dari konsultan hukum independen mereka juga menyatakan bahwa MDS boleh dijual oleh kreditur perseroan (tidak menyalahi kesepakatan kedua pihak)," tuturnya.
Dengan demikian, Fuad menyatakan, usai pihaknya melihat perseroan telah menuruti semua yang dimintakan Bapepam-LK maka RUPS Independen bisa digelar. "Kita setujui RUPS Independen mereka, bukan menyetujui hasil keputusannya," pungkasnya. [mre/san]