INILAH.COM, Makassar - Terkait spanduk dan baliho yang mulai terpajang di arena Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-32 di Makassar, salah satu calon ketua umum PBNU Said Agil Siraj menyindir Salahuddin Wahid.
"Tapi baliho saya setidaknya tak memanfaatkan kebesaran seseorang, misalnya saya dengan Gus Dur," kata Said Agil di sela-sela acara dialog para mufti di Hotel Sahid Makassar, Senin (22/3).
Said menambahkan baik baliho maupun spanduk yang ada di sepanjang jalan mulai bandara hingga Asrama Haji semuanya di buat oleh tim-nya. Mengenai pencalonan dirinya ia mengklaim telah mendapatakan lebih dari 99 suara sebagai syarat untuk maju sebagai ketua.
Baliho Said Agil memang berbeda dengan spanduk dan baliho KH Salahuddin Wahid, adik kandung Gus Dur ini. Gus Sholah, sapaan akrab Salahuddin Wahid di antara spanduknya terdapat gambar pendri NU, KH Hasyim Asyhari, KH Wahid Hasyim, dan Gus Dur.
Sementara, klaim dukungan suara Said Agil berasal dari di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan NTB. Namun, untuk suara Jatim ia menandaskan dukungan paling kecil dari daerah itu. [mut]