INILAH.COM, Jakarta - Siapapun yang akan menjadi Ketua Umum Partai Demokrat (PD) harus bisa menjawab isu mendasar yakni menjabarkan ideologi, platform, dan diferensiasi PD dengan partai lain.
"Ini menjadi penting karena PD harus membangun basis partai untuk kepentingan jangka panjang apakah ada SBY atau tidak. Jadi tidak perlu bicara siapa yang akan jadi ketua umum, maka orang yang pantas menjadi ketua umum harus bisa mendefinisikan hal itu, ujar pengamat politik dari Indonesian Institute, Cecep Effendi di Jakarta, Senin.
Saat ini masyarakat hampir tidak bisa melihat perbedaan PD dengan partai lainnya.
"Kalau faktor pembedanya hanya figur, meskipun itu sosok SBY, maka bisa dipastikan partai itu akan seumur jagung, karena begitu ditinggalkan SBY, PD akan mati," tambah Cecep.
Dia menilai, dari seluruh nama yang telah beredar, memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.
"Namun, tidak ada satupun yang memiliki akar dan pondasi yang cukup kuat untuk memimpin PD. Pada akhirnya, saya kira siapapun yang akan menjadi ketua umum, orang itu akan tetap dibayang-bayangi oleh SBY, seperti yang terjadi pada PAN dan juga PDIP," kata Cecep. [wdh]