INILAH.COM, Jakarta IHSG mengawali pekan ini dengan terkoreksi cukup dalam 1,5%, dilanda aksi ambil untung investor. Sektor tambang, perkebunan dan infrastruktur memimpin pelemahan bursa. Pada perdagangan Senin (22/3), IHSG

berakhir jatuh 40,573 poin (1,47%) ke level 2.702,401. Indeks saham unggulan LQ 45

juga turun 10,098 poin (1,88%) ke level 525,681.
Sejak awal perdagangan, IHSG selalu berada di teritori negatif. Dibuka turun 0,37% ke level 2732, indeks hanya bergerak tipis ke 2.735 pada sesi siang. Tekanan jual investor terus menekan bursa sehingga akhirnya ditutup di angka 2.702.
Pengamat pasar modal Adrian Rusmana mengatakan, indeks saham terkoreksi seiring pelemahan bursa Asia. Investor merealisasikan keuntungan atas emiten-emiten yang menguat pesat dua pekan terakhir.
Pasar mengkhawatirkan inflasi tinggi yang terjadi, bukan hanya di Asia tapi juga negara maju lain. Kenaikan suku bunga acuan pun menjadi kendala,ujarnya.
Sentimen negatif lain berasal dari turunnya harga komoditas energi, tambang dan logam serta naikknya suku bunga India sebesar 25 basis poin. Apalagi secara teknikal, IHSG masih overbought dan beberapa saham saat ini sudah hampir bahkan beberapa saham sudah melebihi Target Price selama 12 bulan kedepan (overvalued).
Hampir semua sektor melemah, kecuali sektor aneka industri yang masih menghijau. Sedangkan sektor tambang memimpin pelemahan, dengan anjlok 3%, disusul sektor perkebunan dan infrastruktur yang turun 2,1%. Kemudian sektor perdagangan dan properti yang melemah 1,6%, konsumsi dan finansial 1%, industri dasar 0,9% serta manufaktur yang turun 0,6%.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup aktif, dimana volume transaksi teractat sebesar 4,404 miliar lembar saham, senilai Rp 3,687 triliun dan frekuensi 90.621 kali. Sebanyak 60 saham naik, 161 saham turun dan 48 saham stagnan.
Investor asing membukukan transaksi jual bersih (Net Foreign Transaction) sebesar
Rp 355,470 miliar. Terdiri dari aksi beli mencapai Rp 887,87 miliar dan aksi jual sebesar Rp 1,243 triliun.
Beberapa emiten yang melemah terbesar antara lain PT Merck (
MERK) Rp2.000 ke Rp72.500, PT Indo Tambangraya Megah (
ITMG) Rp600 ke Rp35.800, PT Astra Agro Lestari (
AALI) turun Rp450 ke Rp24.400, PT Tambang Batubara Bukit Asam (
PTBA) turun Rp350 ke Rp16.000, United Tractor (
UNTR) turun Rp 250 ke Rp 17.550 dan PT Bumi Resources (
BUMI) turun Rp250 ke Rp2.325.
Sedangkan emiten-emiten yang menguat antara lain PT Sarana Menara Nusantara (
TOWR) naik Rp500 ke Rp2.575, PT Bayan Resources (
BYAN) naik Rp150 ke Rp6.200, PT Gajah Tunggal (
GJTL) naik Rp130 ke Rp770, PT Astra International (
ASII) turun Rp100 ke Rp40.200, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (
INTP) naik Rp100 ke Rp14.
Koreksi IHSG didukung pelemahan bursa regional Asia, di tengah liburnya bursa Jepang. Indeks Hang Seng di Hong Kong terpuruk 437,57 poin (2,05%) ke level 20.993,25, indeks Straits Times Singapura turun 23,64 poin (0,81%) ke level 2.892,06, indeks Kospi di Korsel melemah 13,44 poin (0,80%) ke level 1.672,67.
Hanya indeks Shanghai di China yang berhasil naik 6,83 poin (0,22%) ke level 3.074,58. [mdr]