INILAH.COM, Jakarta - Pengamat politik dari LIPI Indria Samego mengkhawatirkan indepedensi Nahdlatul Ulama (NU) dapat terancam dengan dipanggilnya calon-calon ketua umum oleh SBY.
"Dipanggilnya dua kandidat, Said Agil Sirajd dan Solahuddin Wahid oleh Presiden SBY ke Cikeas menandakan independensi NU sudah tidak ada lagi," ujar Indria kepada Inilah.Com di jakarta, senin.
Indria mengakui, selama kepemimpinan Hasyim Muzadi, NU tidak begitu dekat dengan pemerintah. Penyebabnya, ada hambatan psikologis hubungan Hasyim dengan SBY.
Hasyim adalah Ketua Umum PBNU yang pernah bertarung dengan SBY pada Pilpres 2004. Kondisi itu diperparah dengan sikap mantan Presiden Abdurrahman Wahid yang tidak mau dekat dengan SBY.
Hal itulah yang membuat hubungan NU dengan pemerintah kurang Harmonos. "Bahkan, Hasyim Muzadi menempatkan diri sebagai opisisi dari pemerintah," papar Indria.
Melihat pengalaman lima tahun terakhir, SBY tentu punya kepentingan terhadap Ketua Umum PBNU yang akan dipilih di Muktamar NU di Makassar. Karena itu wajar jika SBY mengundang kandidat-kandiat Ketua Umum PBNU yang diharapkan dapat bekerjasama dengan dia.
"Bekerjasama perlu. Tapi yang saya khawatirkan, NU menjadi tidak independen lagi," lanjut Indria.
Dan berdasarkan pengalaman di NU, menurut catatan Indria, kedekatan NU dengan pemerintah lebih dinikmati oleh elit NU, bukan umat NU. [wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !