INILAH.COM, Jakarta - Kandidat Ketua Umum PBNU Solahuddin Wahid membantah dirinya tidak disukai Presiden SBY.
"Dengan diundangnya saya ke Cikeas oleh SBY, maka isu yang beredar bahwa SBY tidak suka sama saya tidak benar," ujar Gus Solah, panggilan akrab Solahuddin Wahid kepada INILAH.COM, Senin.
Gus Solah mengakui adanya isu yang menyebutkan pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum PBNU tidak disetujui SBY. Namun, dengan diundangnya dia ke Cikeas pada Jumat (19/3) lalu, warga NU menjadi tahu bahwa isu itu tidak benar.
Gus Solah mengatakan, SBY tidak secara eksplisit mendukung dirinya. Tetapi, SBY mengharapkan PBNU ke depan mau bekerjasama dengan pemerintah. Sebab, dalam lima tahun terakhir, NU sangat terkesan sebagai 'oposisi' dengan pemerintahan SBY. Padahal, NU bukan partai politik.
"Kalau menurut saya, ke depan NU harus bermitra dengan pemerintah, meskipun ada kalanya harus bersikap kritis," tambah Gus Solah.
Gus Solah merupakan salah satu kandidat Ketua Umum PBNU. Kandidat lainnya adalah: Masdar F. Mas'udi, Said Agil Siardj, Slamet Effendi Yusuf, Ali Mahsan Moesa, dan Ulil Absar Abdalla. [wdh]