Selasa, 29 Mei 2012 | 04:44 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Jelang Muktamar NU
Alumni IPNU Konsolidasikan Gagasan
Oleh: Abdullah Mubarok
web - Senin, 22 Maret 2010 | 15:30 WIB
INILAH.COM, Makassar - Sehari sebelum pembukaan Muktamar, Alumni Ikatan Pelajar NU melaksanakan acara kumpul bareng di Wisma Perindustrian Makassar, Senin (22/3).

Salah satu agenda pembahasannya adalah dorongan agar NU terus memperhatikan aspek pendidikan sebagai investasi masa depan.

Silaturahmi Alumni IPNU ini juga ditujukan untuk mengonsolidasikan kekuatan alumni IPNU yang mayoritas menjadi pengurus NU untuk satu kata menggolkan gagasan penguatan pendidikan di arena Muktamar NU.

"Kebanyakan Pengurus Cabang NU merupakan alumni IPNU, untuk itu forum ini sangat strategis guna mengusung tema pendidikan agar menjadi mainstream NU ke depan", demikian ujar Ketua Umum Presidium Pusat Majelis Alumni IPNU Hilmi Muhammadiyah di sela-sela acara.

Dalam forum tersebut, muncul desakan agar komposisi kepengurusan NU mendatang harus mengombinasikan berbagai unsur, sehingga muncul kebersamaan dalam keberagaman yang menjadi inti kekuatan NU.

Untuk menjaga kebersamaan, NU ke depan harus merangkul seluruh potensi untuk membangun NU. "Mari kita jadikan Muktamar sebagai konsolidasi untuk menyatukan kekuatan, merawat kader, memperkokoh NU guna membangun bangsa", ujar Hilmi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Majelis Alumni IPNU Asrorun Ni'am Sholeh menegaskan, sebagai salah satu kekuatan elemen strategis bangsa, NU sudah seharusnya mendorong regulasi pendidikan yang memihak pada pesantren dan warga NU.

"Dan untuk itu diperlukan kepemimpinan kolektif NU yang kuat, visioner dan berkarakter agar gagasan NU dapat ditransformasikan dalam regulasi nasional", ujar Niam.

Untuk kepentingan tersebut, Niam menilai KH Salahuddin Wahid, KH Said Agil Siraj, Prof Ali Mashan Musa dan H. Slamet Effendi Yusuf adalah sosok yang mampu memberdayakan pendidikan NU yang berbasiskan pesantren.

"Apalagi jika keempatnya dikolaborasikan, akan menjadi kekuatan yang sangat baik dan bisa saling melengkapi", ujar Niam.

Dan untuk operasionalisasi gagasan tersebut, Majelis Alumni IPNU sepakat mendorong Hilmi Muhammadiyah menjadi Sekretais Jenderal PBNU.

"Untuk mendinamisir organisasi, dibutuhkan sosok Sekjen yang kuat, visioner, berkarakter, dan pekerja keras. Mas Hilmi kita anggap sangat layak untuk memegang amanah tersebut" ujar Sekretaris Majelis Alumni IPNU Jawa Timur menegaskan.

Di samping itu, sosok Hilmi Muhammadiyah merepresentasikan kombinasi antara ulama-profesional, tua-muda, dan juga jawa-luar jawa.

Hal yang membuat posisi Hilmi Muhammadiyah kuat karena dia adalah putra daerah yang sudah lama berkhidmah di PBNU. Hilmi pernah menjabat sebagai Wakil Sekjen PBNU dan terakhir sebagai Wakil Ketua LDNU. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.