inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Sikap SBY: Tolak Nonaktifkan Boediono-Sri Mulyani

Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Vina Nurul Iklima
Senin, 22 Maret 2010 | 17:16 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY menolak imbauan DPR untuk menonaktifkan Boediono dan Sri Mulyani yang diduga terlibat dalam kasus pengucuran dana talangan kepada Bank Century.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Menko Polhukam Djoko Suyanto di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/3), usai rapat kabinet terbatas dipimpin Presiden SBY yang membahas respon pemerintah terhadap surat DPR tentang kesimpulan dan rekomendasi Pansus Century.

Dalam rapat itu, telah dirumuskan respon resmi pemerintah terhadap lima rekomendasi dan satu imbauan yang disampaikan DPR terkait kasus Bank Century. Satu imbauan itu, menurut Djoko, adalah agar pemerintah menonaktifkan pejabat negara yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Pemerintah memiliki pandangan untuk penonaktifan pejabat negara diduga terlibat harus memperhatikan prosedur dan mekanisme yang berlaku dalam UU dengan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah," jelas Djoko.

Pemerintah, lanjut dia, tetap berpegang pada aturan dan UU yang berlaku bahwa apabila pejabat negara sudah berada pada tahapan terdakwa, maka bisa diberhentikan sementara, dan baru bisa diberhentikan tetap setelah ada keputusan bersalah dari pengadilan.

Menanggapi rekomendasi DPR agar pihak-pihak yang bertanggungjawab melakukan tindak pidana korupsi, hukum, dan perbankan dalam kasus Bank Century diserahkan kepada lembagai penegak hukum, Djoko mengatakan, indikasi tindak pidana itu tentu akan ditangani dan diproses oleh lembaga hukum secara proporsional sesuai kewenangan yang diatur dalam UU.

"Presiden hari ini telah menyerahkan salinan keputusan DPR ini kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung. Presiden juga telah menugasi Kapolri dan Jaksa Agung untuk melihat apakah ada sinyalemen terhadap pelanggaran hukum, korupsi, dan perbankan, sesuai aturan yang berlaku," tuturnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
2 Komentar
agreta jiwayani @ Rabu, 24 Maret 2010 | 10:35 WIB
Setuju sikap pak SBY. Hati2 jangan sampai terkena jebakan Anggota DPR atau Dewan Provokasi Rakyat. Mereka tidak bercermin seperti apa wajah mereka. Mereka juga semakin kasar dan tak punya malu. Saya mendukung pak Boediono dan Sri Mulyani krn mereka bersih dan profesional. Tp tidak anggota DPR yang kampungan, dan gila hormat.
Bang Komen @ Selasa, 23 Maret 2010 | 14:53 WIB
SIKAP SBY SANGAT TEPAT. MASA PEJABAT BERSIH YG ANTI KORUPTOR DIMINTA MUNDUR ???? APA KATA DUNIA ?????
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.